Sumber:Unplash.com

Kesehatanmental.info – Tahukah Anda bahwa banyak orang kadang tidak sadar bahwa banyak yang dilakukannya ternyata tetap saja merasa belum cukup. Di sisi lain, Anda terus berupaya mencari validasi dan pengakuan dari orang lain mengenai diri Anda, entah itu soal prestasi pendidikan, bisa jadi mengenai karir dan pekerjaan. Menariknya, untuk mendapatkan validasi tersebut Anda justu jadi orang yang arogan dan egois. Nah jika hal ini terjadi, mungkin ada sisi kecil dalam diri Anda atau inner child Anda yang telah bermasalah.

Inner child adalah istilah dalam psikologi yang merujuk pada bagian dari diri kita yang masih menyimpan pengalaman masa kecil, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Luka batin yang berasal dari inner child kerap kali tidak disadari oleh banyak orang, namun dapat berdampak besar pada kehidupan dewasa seseorang, mulai dari pola pikir, hubungan sosial, hingga kesehatan mental secara keseluruhan.

Menariknya, luka batin akibat inner child biasanya muncul akibat pengalaman negatif yang terjadi pada masa kecil, seperti penolakan, pengabaian, kekerasan fisik atau emosional, tekanan berlebihan, atau kurangnya kasih sayang. Luka-luka ini tertanam dalam alam bawah sadar dan membentuk keyakinan atau pola pikir tertentu yang terbawa hingga dewasa. Nah berikut ini adalah sejumlah tanda yang wajib Anda tahu jika seseorang mengalami luka bathin akibat inner child yang terluka:

Mudah Tersinggung dan Reaktif

Orang-orang yang mengalami luka trauma pada inner childnya, biasanya akan lebih mudah tersinggung, marah, dan reaktif. Selain itu, kemampuannya dalam mengontrol emosi maupun pengendalian diri juga tergolong kurang baik. Reaksi diri yang berlebihan terhadap penolakan, kritik dan konflik bisa jadi merupakan sinyal pada diri seseorang yang merasa tidak aman. Sesungguhnya, tindakan ini merupakan manifestasi dari ketidaknyamanan pada diri seseorang yang berdampak pada kualitas dan kedewasaan dalam meregulasi emosinya. Bahkan pada kondisi yang cukup ekstrim, orang dengan inner child yang terluka, akan mudah marah dan meladak atau cenderung agresif.

Rasa Tidak Cukup Baik

Para penderita gangguan psikologis akibat inner child yang terluka, pada banyak kasus akan merasakan bahwa dirinya tidak pernah cukup. Tak jarang akibat berbagai penyebab seperti penolakan dan diabaikan oleh orang-orang terdekatnya. Bisa jadi akibat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orangtuanya seperti misalnya ditingggalkan, diabaikan, atau bahkan diterlantarkan. Faktanya, anak-anak yang lahir dari keluarga yang tidak utuh kasih sayangnya, sangat rentan terhadap luka bathin yang dipengaruhi oleh inner childnya. Hal ini senada dengan temuan dari Asser Mikkel Hestbech, dari he Oxford Development Centre Ltd., Witney, United Kingdom, and Brunel Hospital, Rehabilitation Hospital yang menyatakan dalam risetnya bahwa orang dengan inner child yang terluka memang biasanya merasa dirinya tidak cukup baik dan layak bagi banyak orang.

Mencari Pengakuan Berlebihan

Orang dengan inner child yang terluka, seringkali mencari pengakuan dan validasi dari orang lain maupun lingkungan sekitar secara berlebihan. Hal ini disebabkan oleh rasa kecewa yang teramat dalam, pada beberapa hal dalam kehidupan masa kecilnya. Adanya perasaan direndahkan, tidak dianggap, merasa ditolak, tak jarang justru menjadikannya merasa harus berbuat lebih banyak agar bisa diterima oleh orang-orang di sekitarnya. Perasaan tidak diterima dan merasa tidak berguna, telah menjadikannya makin merasa bahwa pengakuan dari orang lain adalah hal yang sangat penting maupun berharga baginya.

Takut Akan Penolakan

Trauma terhadap penolakan bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya inner child yang terluka. Pada orang-orang yang inner childnya terluka, mereka akan lebih banyak mengalami rasa tidak berguna, merasa kurang berarti, dan menganggap nilai diri yang rendah. Salah satu yang menjadi penyebab dari hal ini adalah adanya penolakan atau rejection. Menariknya, untuk mencegah terjadinya penolakan orang yang mengalami trauma akibat inner child yang terluka ini akan berjuang sekuat tenaga agar dirinya tetap diterima meskipun harus mengorbankan diri sendiri. Padahal tindakan ini sepertinya kurang kurang tepat dan hanya akan merugikan diri sendiri.

Mudah Merasa Bersalah atau Malu

Kebiasan menyalahkan diri sendiri atas banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana kadang bisa menjadi hal yang melelahkan. Tak hanya itu, sesungguhnya banyak hal yang terjadi di luar kendali kita sebagai manusia biasa. Sayangnya, orang yang memiliki inner child yang terluka, pada banyak kasus justru akan menyalahkan dirinya sendiri tanpa sebab yang berkesudahan. Meskipun sedikit aneh, kadang mereka juga akan melakukan segala hal agar tidak dipersalahkan oleh orang-orang di sekitarnya atas kesalahan ataupun sesuatu yang sebenarnya tidak bergantung kepadanya.

Sulit Untuk Menetapkan Batasan

Pada orang dengan inner child yang terluka, kekurangan lain yang cukup menonjol dan terlihat dari perilakunya adalah kemampuannya dalam menetapkan batasan yang rendah. Dengan kata lain, orang-orang jenis ini akan makin sulit untuk berkata tidak pada orang di sekitarnya karena ketakutan berlebihan mendapatkan stigma negatif atau pun berujung pada terjadinya penolakan. Alih-alih berkata tidak, orang dengan inner child yang terluka ini akan menerima begitu saja hal baik dan buruk yang ujungnya hanya akan menyusahkan dirinya.

Cenderung Perfeksionisme dan Takut Gagal

Kegagalan adalah hal yang wajar bagi setiap orang, karena dari kegagalan setiap orang bisa belajar banyak hal. Namun sayangnya, orang dengan inner child yang terluka ini justru takut merasa gagal. Bahkan tak jarang mereka menjadi pribadi yang ingin terlihat sempurna dan perfeksionis di depan banyak orang. Padahal situasi ini justru menyebabkannya makin terpuruk dalam kondisi yang tidak baik maupun tidak sehat. Akibatnya, mereka makin didera kecemasan yang berkepanjangan.

Nah itulah tujuh indikator perilaku yang bisa menyebabkan seseorang bisa jadi mengalami inner child yang terluka sejak kecil, tanpa merka sadari. (*)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *