Jakarta – Kesehatanmental.info – Di era yang serba cepat dan sempurna, menjadi yang terbaik dalam segala hal konon menjadi opsi yang harus dilakukan. Apalagi banyak orang memaknai, hidup ini adalah persaingan maka yang menanglah yang akan mampu bertahan. Padahal, anggapan ini tidak selamanya benar. Faktanya, di dalam kehidupan dan dalam keseharian sangat banyak ditemukan orang-orang yang akhirnya justru tumbang karena sikap dan karakternya yang selalu ingin sempurna dalam semua hal, atau biasa disebut sebagai perfeksionis.

Percaya atau tidak, orang-orang yang terlalu perfeksionis pada akhirnya justru menyakiti dirinya sendiri. Tak hanya itu, mereka juga akan menjadi manusia yang lebih mudah rapuh secara mental dan emosional. Nah berikut ini adalah lima ciri tanda orang perfeksionis yang wajib kamu hindari:

Menetapkan Standar Tidak Realistis

Pada orang-orang dengan standard perfeksionis terlalu sempurna, mereka akan senantiasa menetapkan target dan standar yang sangat tinggi. Bahkan tak jarang justru tidak realistis. Akibatnya, mereka justru akan menjadi individu yang mudah cemas, kurang mampu mengontrol emosi, dan dalam banyak kasus mereka menjadi lebih reaktif jika dihadapkan pada segala hal yang berada di luar standard mereka. Menurut Dr. Paul Hewitt & Dr. Gordon Flett, seorang ahli Psikologi menyebutkan bahwa individu yang terlalu perfeksionis biasanya merasa yakin dan mampu mencapai standard yang mereka telah tetapkan. Padahal, faktanya, mereka tidak mampu untuk meraihnya.

Ketakutan Terhadap Kegagalan Secara Berlebihan

Orang-orang yang perfeksionis biasanya mengalami ketakutan yang berlebihan terhadap terjadinya kegagalan dalam hidup mereka. Pada banyak kasus, mereka menjadi individu yang lebih mudah marah, khawatir, dan mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi. Menariknya, akibat dari ketakutan berlebihan terhadap kegagalan ini, mereka justru sering menunda-nunda pekerjaan, atau tugas yang biasa disebut dengan prokrastinasi. Menurut Dr. Thomas Greenspon, psikolog klinis dan penulis buku “Moving Past Perfect, orang-orang yang terlalu perfeksionis akan mudah stres dan kecewa karena ketakutan yang berlebihan terhadap banyak hal. Selain itu, mereka juga akan lebih mudah mengalami gangguan kecemasan dan depresi.

Kritik Diri Terlalu Keras

Sifat perfeksionis seseorang menjadikan mereka lebih mudah menghakimi orang lain maupun diri sendiri. Bahkan, ketika berhasil sesuai dengan target yang telah ditetapkan pun, mereka juga tetap akan merasa kurang puas dengan apa pun yang telah diraihnya. Dilansir dari American Psychology Association, orang-orang yang terlalu perfeksionis memiliki potensi besar untuk mengidap gangguan depresi lebih tinggi. Tak hanya itu, mereka biasanya juga memiliki rasa percaya diri yang rendah, sehingga berdampak buruk pada kehidupan sosial mereka.

Kesulitan Menerima Kritik

Orang-orang dengan karakter perfeksionis, memiliki kecenderungan sulit menerima kritik dari orang di sekitarnya. Selain itu, mereka juga lebih mudah mengalami gangguan anxiety atau kecemasan pada hal-hal yang sebenarnya belum tentu terjadi pada dirinya. Pada banyak kasus, mereka menganggap kritik adalah serangan secara personal padanya, sehingga sebagai bentuk responnya mereka justru akan defensive atau menyerang balik.

Cenderung Menghindari Resiko

Karena takut gagal atau dikritik, perfeksionis kadang menolak mencoba hal-hal baru, bahkan hal itu berpotensi besar membawa kemajuan. Faktanya, dalam kehidupan yang serba cepat dan tak terelakan saat ini, orang-orang yang bersedia belajar dan memperbaiki diri justru yang akan mampu bertahan. Akibatnya, orang-orang yang perfeksionis ini justru akan menjadi individu yang rapuh, selalu bermain aman, hingga pelan namun pasti tersingkir oleh keadaan dan zaman. Jadi jangan heran jika karakter orang ini sangatlah mudah menyalahkan keadaan dan diri sendiri, tak terkecuali orang lain di sekitarnya. (*)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *