Jakarta – kesehatanmental.info – Dunia kerja yang serba cepat sedikit banyak telah berdampak pada makin ketatnya persaingan antar pegawai. Meski banyak yang beropini untuk saling berkolaborasi dan mendukung, namun pada kenyataanya tetap saja banyak pegawai yang sangat kompetitif. Tak hanya itu, pegawai juga makin individualis di tengah gempuran teknologi dan atifical intelligence yang makin tidak bisa dibendung hingga kini.

Tak jarang, banyak manager dan pemimpin unit kerja makin gelap mata, serta berusaha mengontrol semuanya agar bisa sesuai dengan keinginan mereka. Meeting yang panjang, target yang gila-gilaan, dan yang paling menyakitkan adalah teguran atau omelan di depan banyak rekan kerja, sehingga menjatuhkan mental mereka. Situasi ini pada akhirnya justru memperkeruh suasana, karen hanya akan menciptakan suasana kerja yang provokatif dan toxic yang justru berujung pada terjadinya kecemasan di tempat kerja atau bisa disebut sebagai Workplace Anxiety. Nah berikut ini sejumlah hal penting mengenai lingkungan kerja menurut Steven L. Sauter, PhD,  dari the National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) mengenai dampak negatif akibat kecemasan berlebihan di tempat kerja:

Fear of Evaluation atau Ketakutan Akan Penilaian Kinerja

Para pekerja yang nyaman bekerja seharusnya senang ketika atasannya menyampaikan umpan balik yang mendukung. Namun, faktanya, atasan justru menakutkan dan menambah rasa cemas hingga berlebihan. Alih-alih memberikan feed back yang membangun, yang terjadi justru menjadikan pegawai makin terpuruk dan memberikan kalimat abusive yang justru intimidatif. Jadi pada dasarnya, lingkungan kerja yang nyaman dan atasan yang suportif sangatlah penting perannya untuk mencegah makin parahnya kecemasan berlebihan atau anxiety di tempat kerja.

Makin Bertambahkan Social Anxiety

Para pegawai yang memiliki kepribadian introvert, biasanya memang lebih suka bekerja secara individual dibandingkan harus terlalu sering bicara di hadapkan banyak meeting yang akan menguras energinya. Selain itu, pegawai katagori ini juga ternyata lebih lebih mudah cemas ketika diminta oleh atasannya untuk presentasi, menyampaikan ide dan pendapat di depan banyak orang atau bahkan harus bicara formal panjang lebar yang jadinya hanya akan membuatnya makin mudah cemas. Jadi bagi atasan, alangkah lebih baiknya jika memahami kepribadian semua anggota timnya ya…

Cognitive Load Berlebihan

Meeting yang terlalu sering, dengan intensi yang berlebihan, tanpa tujuan yang jelas, hanya akan membuat otak menjadi lebih mudah lelah atau frustasi. Alih-alih jadi lebih optimal kerjanya, yang terjadi justru sebaliknya. Informasi makin banyak, otak harus bekerja ekstra, akibatnya makin menumpuk, pikiran jadi mudah lelah. Belum lagi dituntut untuk multitasking dan mengerjakan banyak hal karena harus menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang hampir bersamaan. Maka tidaklah mengherankan jika, pegawai menjadi makin cemas karena mengalami coginitive load berlebihan.

Lack of Psychology Safety

Meeting yang panjang, manager yang terlalu micromanaging, teman kerja yang demanding adalah contoh kecil betapa situasi kerja menjadi toxic. Tak hanya itu, keadaan ini hanya akan menjadikan para pegawai kehilangan rasa aman secara psikologis. Akibatnya, mereka menjadi makin cemas, khawatir dengan situasi kantor dan puncaknya mereka bisa makin stress dan bisa berujung depresi. Bayangkan saja ketika meeting, atasan justru menyalahkan, tim mencari aman dan diam saja tanpa saling mendukung. Lalu bisa dipastikan bahwa pekerjaan justru seperti neraka yang membuatmu makin merasa linglung dan lelah karena rasa aman secara psikologis sudah tidak ada.

Trauma dan Pengalaman Buruk

Jika kamu adalah tim di korporat besar yang sering melakukan meeting dengan beban kerja yang menggunung dan atasan yang sangat demanding, maka kemungkinan besar kamu akan mudah mengalami trauma atas perlakuan buruk atasanmu. Bayangkan saja atasanmu mencelamu, mempermalukanmu, dan bahkan menghardikmu di depan banyak orang atau pegawai lainnya. Maka sudah dipastikan kamu makin trauma dengan perlakuannya. Jadi jika kamu mendapatkan atasan seperti ini, cobalah untuk bicara empat mata dengannya. Namun jika tidak, segeralah pergi dan mencari pekerjaan lainnya karena hanya akan membuatmu makin terluka secara psikis. (Hasis Purwanto)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *