Setiap orang memiliki batasan dalam dirinya masing-masing. Dengan mengenali batasan diri atau biasa disebut sebagai personal boundaries, kehidupan yang dijalani menjadi lebih teratur dan tidak merugikan orang lain. Pada dasarnya, personal boundaries berkaitan dengan kendali terhadap diri, yang sedianya memang harus diterapkan oleh masing-masing individu. Melalui penerapan personal boundaries yang tepat, masing-masing individu akan mampu memilah dan memisahkan batasan diri dengan lingkungan sekitarnya.
Penerapan personal boundaries yang jelas akan memberikan dampak positif bagi seseorang secara psikologis dan mental. Tak hanya itu, personal boundaries yang diterapkan dengan tepat, juga akan mampu menjadikan seseorang lebih mindful atau fokus terhadap segala sesuatu yang dijalani dalam hidup ini.
Berikut ini adalah sejumlah personal boundaries yang bisa diterapkan bagi seseorang, dalam kehidupan sehari-hari:
1. Personal Space & Fisik
Bagi seseorang yang memiliki kepribadian ekstrovert, berkumpul dengan banyak orang dan menghabiskan waktu untuk bersendau-gurau atau sekadar mengobrol, bisa jadi hal menyenangkan. Namun ketika, semua yang berkaitan dengan hal fisik dan personal space terlalu jauh telah ikut diintervensi oleh orang di sekitar, maka sesungguhnya hal tersebut bukanlah pertanda yang baik. Intervensi personal space dan area privat dalam diri, justru akan menjadikan diri kita tak punya kendali penuh atas diri kita. Oleh sebab itu, biasakan untuk berkata tidak dan mampu menolak secara asertif jika personal space kita telah dilampaui oleh orang lain terlalu jauh.
2. Batasan Emosional
Perlakuan orang-orang di sekitar tak jarang turut mempengaruhi kondisi emosional kita. Karenanya, sangatlah perlu menentukan batasan emosional yang termasuk dalam personal boundaries yang telah kita tetapkan. Faktanya, banyak orang ikut tersulut emosi hanya karena postingan media sosial yang sebenarnya tidak berdampak langsung pada kita. Alih-alih mengerem dan membatasi diri, yang terjadi justru melakukan tindakan menghakimi orang lain melalui social justice war di media sosial. Tentu saja hal ini, sudah tidak pantas untuk dilakukan karen telah melampaui batas emosional, dalam personal boundaries. Sementara itu, menurut Joan Monin, PhD, seorang psikolog dan profesor di Yale School of Public Health, interaksi dengan orang terdekat, seperti pasangan, keluarga dan sahabat yang berkualitas akan sangat membantu keseahtan mental dan emosional.
3. Batasan Materi
Memiliki sejumlah barang kesayangan seperti buku, baju dan benda-benda lucu kadang menjadi kegemaran. Tak jarang karena kita tidak enak, saat teman ingin meminjam kemudian kita memberikannya, padahal barang tersebut kadang merupakan barang pribadi. Apalagi kalau si peminjam barang tersebut, enggan mengembalikannya, atau justru saat mengembalikan dalam kondisi rusak atau berantakan. Rasanya sedih bukan? Jadi tidaklah salah jika kita berani menolak dan menegur dengan cara yang santun saat ada orang yang meminjam benda, baju, atau bahkan uang kita namun tak kunjung mengembalikannya.
4. Batasan Waktu
Saat kita diajak oleh teman terdekat kita, kadang kita merasa tidak enak jika harus menolaknya. Selain itu, dalam beberapa kasus kita justru mengiyakan padahal di jam yang sama kita harus mengerjakan tugas pribadi dan rumah tangga. Akibat menerima ajakan teman, karena rasa tidak enak yang terjadi justru pekerjaan kita terbengkalai dan sudah barang tentu merugikan diri sendiri. So..jika ingin tetap hidup wajar dan tidak merasa dirugikan oleh teman dan orang lain ada baiknya memilah dan menyampaikan batasan waktu yang merupakan bagian dari personal boundaries.
5. Batasan Finansial
Setiap orang memiliki kondisi finansial yang berbeda-beda, tergantung dari jumlah pendapatan atau penghasilan yang mereka peroleh. Menariknya, hanya karena ingin bersama dengan circle atau pertemanan yang terkesan mewah, terkadang kita melupakan kondisi keuangan kita. Alih-alih hidup sesuai kemampuan keuangan, yang dilakukan justru memaksakan diri ke tempat mewah dan beli barang-badang branded melalui hutang, hanya agar dapat diterima oleh circle pertemanan kita. Sayangnya, ujung-ujungnya yang terjadi adalah kita bunting bukan untung. Jadi mulai sekarang, tidaklah salah jika menerapkan finansial boundaries agar hidup kita makin tidak merana karena harus dilanda hutang.
6. Batasan Sosial
Batasan sosial adalah batas-batas yang kita tetapkan untuk menjaga hubungan sosial kita dengan orang lain. Kita harus membatasi interaksi dengan orang-orang yang tidak memiliki dampak positif dalam hidup kita, serta memastikan bahwa kita memiliki waktu yang cukup untuk menjaga hubungan dengan orang-orang yang penting dalam hidup kita.
Enam batasan tersebut merupakan jenis batasan pribadi atau personal boundaries yang seyogyanya kita terapkan. Paling tidak, dengan menerapkan hal ini, hidup kita menjadi lebih terarah dan lebih baik. Selamat mencoba ya…(has/alex)
