Banyak orang yang mudah tersulut amarah dan emosi yang akhirnya berujung pada penyesalan di kemudian hari. Hal ini disebabkan oleh temperamen yang melekat pada individu, sehingga memicu tindakan agresif dan temperamental. Alih-alih menyelesaikan masalah, tak jarang sebagian orang justru menyalahan orang lain, lingkungan dan yang lebih parah adalah menyalahkan diri sendiri.
Pada dasarnya, temperamen merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang melekat, dan lebih bersifat menetap pada yang bersangkutan. Menurut Gordon Alport, salah satu ilmuwan Psikologi terkemuka dari Harvard University, temperamen adalah salah satu jenis sifat emosi yang dimiliki oleh seorang individu, reaksi atas ransangan emosi, kecepatan merespon sesuatu, dan suasana hati. Gejala tersebut tergantung pada diri seseorang dan dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Nah berikut ini adalah lima penyebab orang yang mudah melakukan tindakan temperamental:
1. Stres
Stres merupakan penyebab umum dari temperamental. Saat seseorang merasa terlalu banyak tekanan atau memiliki banyak hal yang harus diselesaikan dalam waktu singkat, mereka cenderung merasa sangat terbebani dan mudah tersinggung. Ini dapat mengakibatkan perubahan mood yang cepat, merasa sangat sensitif terhadap kecil-kecil hal, dan merasa sangat emosional.
2. Kesehatan Mental
Beberapa kondisi kesehatan mental seperti gangguan bipolar, depresi, dan gangguan kecemasan dapat membuat seseorang lebih mudah menjadi temperamental. Kondisi ini dapat membuat perubahan mood sangat drastis dan tidak terduga, sehingga orang tersebut bisa merasa marah, kesal, dan kecewa dengan sangat mudah.
3. Kebiasaan Makan
Kebiasaan makan juga dapat mempengaruhi perubahan mood seseorang. Konsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak seimbang dapat menyebabkan perubahan hormon yang drastis, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keseimbangan emosi seseorang. Sebaliknya, konsumsi makanan sehat dan seimbang dapat membantu menjaga kestabilan mood seseorang. Beberapa makanan seperti daging kambing, bahan olahan daging sapi, makan sea food terlalu sering konon juga bisa meningkatkan tekanan darah dan jantung, sehingga lebih mudah mengalami kondisi mood dan temperamen yang mudah tersulut amarah.
4. Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial juga bisa menjadi faktor penyebab seseorang menjadi temperamental. Orang yang sering terlibat dalam konflik atau memiliki hubungan sosial yang tidak sehat cenderung lebih mudah merasa stres dan terbebani, yang pada akhirnya dapat memicu perubahan mood yang negatif. Bahkan orang-orang yang bergaul dengan orang temperamental, memiliki kecenderungan untuk meniru perilaku orang di dekatnya, baik secara sadar atau pun tidak. Pada saat awal belum begitu terasa, namun seiring berjalannya waktu lingkungan sosial yang kasar dan agresif akan membentuk karakter seseorang menjadi lebih agresif dan temperamental.
5. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol
Merokok dan minum alkohol dapat mempengaruhi keseimbangan emosi seseorang. Kebiasaan ini dapat memicu perubahan mood yang tiba-tiba dan membuat seseorang lebih mudah merasa marah dan merasa kesal. Tak hanya itu, rokok dan alcohol yang berlebihan juga akan mendorong orang mudah berperilaku agresif dan temperamental, terutama saat dihadapkan pada masalah yang pelik dan kompleks.
Pada dasarnya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi temperamental. Jika Anda merasa bahwa memiliki masalah dengan perubahan mood yang tiba-tiba dan merasa kesulitan untuk mengatasi hal itu sendiri, maka sebaiknya segera mencari bantuan dari ahli psikologi atau profesional kesehatan mental.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin memahami penyebab orang menjadi temperamental. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan mental dan emosional agar Anda bisa hidup lebih bahagia dan produktif! (has/alex)
