Jakarta – kesehatanmental.info – Pernahkan terpikir oleh Anda bahwa tak jarang mood kita sering berubah tanpa sebab yang jelas dan pasti? Padahal kita sendirilah yang mengalaminya. Alih-alih memahami diri sendiri, terkadang kita justru hanya sibuk menyalahkan orang lain di sekitar kita. Belum lagi tuntutan yang banyak dari sekitar yang seolah melabel pada kita, jika kita marah kita dianggap emosional dan tak mampu mengontrol diri. Padahal marah adalah salah satu ekspresi normal dan wajar yang bisa saja dialami oleh semua orang.
Suka atau pun tidak menyampaikan emosi dalam diri kita adalah hal sangat wajar dan memang disarankan oleh para ahli seperti Psikolog dan Psikiater. Beberapa bahkan menyarankan untuk berusaha mengekspresikan diri ketika sedang marah, sedih, kecewa dan bahkan saat Bahagia. Tentu saja hal ini akan sangat berguna untuk melatih muscle emotional kita agar tetap makin fleksibel dan mampu menghadapi ragam warna dalam hidup yang kadang sulit kita prediksi. Lebih dari itu, emosi juga berkaitan dengan keseimbangan hormone dalam sistem otak kita. Nah berikut inia dalah empat jenis hormone dalam otak yang wajib kamu tahu karena sangat berpengaruh pada kondisi mood setiap orang:
Hormon Seretonin
Seretonin adalah hormon kebahagiaan yang berpengaruh besar pada kebahagiaan dan stabilitas emosi. Hormon ini, sangat erat kaitannya dengan suasana hati seseorang. Dilansir dari Institute of Psychology, University of Würzburg, menyatakan bahwa serotonin berperan penting dalam regulasi kecemasan, suasana hati, pembelajaran, memori, tidur, ritme sirkadian, aktivitas motorik, interaksi sosial, dan status sosial. Menariknya, pada orang-orang dengan kandungan hormone serotonin kurang stabil banyak yang diduga mengalami gangguan tidur, gangguan depresi bahkan bisa juga mengalami gangguan nafsu makan. Nah untuk meningkatan kadar hormon serotonin ini, dengan berjemur kira-kira 15-30 menit tiap hari, melakukan olahraga secara teratut, dan mengonsumsi makanan seperti telur, pisang, keju dan biji-bijian juga cukup membantu menyeimbangkan hormone serotonin dalam tubuhmu.
Hormon Dopamin
Hormon dopamin adalah zat kimia di otak yang berperan sebagai neurotransmitter, yaitu pembawa pesan antar sel saraf. Dopamin sangat penting dalam sistem saraf pusat dan berperan besar dalam mengatur suasana hati, motivasi, perhatian, pembelajaran, gerakan tubuh, hingga rasa senang atau penghargaan (reward system). Menariknya, dopamin dilepaskan ketika kita melakukan atau mengalami sesuatu yang menyenangkan, seperti makan makanan favorit atau mencapai target. Oleh karena itu, salah satu fungsi penting dopamine adalah membantu otak dalam memproses informasi baru, belajar dari pengalaman, dan mengingat hal-hal yang berharga atau berisiko. Orang-orang yang mengalami gangguan hormon dopamine akan bersiko lebih besar mengalami gangguan depresi, ADHD dan skizoprenia.
Hormon Endorfin
Hormon endorfin adalah sekelompok senyawa kimia alami yang diproduksi oleh sistem saraf pusat dan kelenjar pituitari yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami dan peningkat suasana hati. Nama “endorfin” berasal dari kata endogenous morphine, yang berarti “morfina yang diproduksi tubuh sendiri. Sementara itu, dilansir dari The Brain’s Natural Pain Reliever, Harvard Health Publishing, menyatakan Endorfin adalah pereda nyeri alami tubuh. Hormon ini Dilepaskan oleh hipotalamus dan kelenjar pituitari sebagai respons terhadap rasa sakit atau stress. Tak hanya itu, kelompok hormon peptida ini tidak hanya meredakan rasa sakit tetapi juga menciptakan perasaan kesejahteraan secara umum.
Beberapa fungsi dari hormon endorphin adalah mengurangi stress secara alami, meningkatkan perasaan bahagia dan euphoria, mengurangi stress dan kecemasan serta meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk meninkatkan hormon endorphin ini, Anda dapat beraktivitas seperti berloharaga, meditasi, mendengarkan music atau melakukan aktivitas sosial agar tetap terkoneksi dengan orang lain.
Hormon Oksitosin
Oksitosin adalah hormon dan neurotransmitter yang dikenal luas sebagai “hormon cinta”, karena perannya yang sangat penting dalam menciptakan ikatan emosional, kepercayaan, kasih sayang, dan hubungan sosial. Hormon ini diproduksi oleh hipotalamus dan disekresikan oleh kelenjar pituitari di otak.
Sementara itu, dilansir dari artikel berjudul: The Key to Social Bonds, dari Department of Psychology, Stockholm University menyatakan Oksitosin memainkan peran kunci dalam kepercayaan, ikatan, dan regulasi emosi. Ketika digunakan secara efektif, hormon ini memperkuat hubungan, meningkatkan kesadaran sosial, dan mengurangi stres—mendapatkan julukan ‘hormon cinta’ karena perannya dalam perilaku prososial dan ikatan manusia. Nah cara meningkatkan hormon oksitosin dalam tubuh bisa dilakukan dengan menjalin hubungan emosional yang positif dengan orang terdekat, melakukan komunikasi yang empatik dan positif, melakukan dukungan sosial bahkan memelihara hewan kesayangan juga bisa mejadi salah satu aktivitas yang mampu mendorong peningkatan hormone oksitosin. (*)