Istilah quarter life crisis belakangan ini makin marak di kalangan anak muda dan gen milenial dan gen Z. terminologi quarter life crisis ini makin dijadikan patokan berbagai kalangan anak muda, dalam menghadapi masa pencarian jati diri mereka. Tak jarang para anak muda, kemudian terus melakukan playing victim atau menyalahkan keadaan, situasi, orang lain dan lingkungan karena gagal menangani masalahnya.
Quarter life crisis atau krisis seperempat abad adalah fenomena psikologis yang biasa terjadi pada orang-orang yang berusia 20-30 tahun. Pada usia ini, seseorang sering kali merasa kebingungan tentang arah hidupnya dan merasa tidak puas dengan pencapaian yang telah dicapai. Istilah quarter life crisis, pertama kali diperkenalkan oleh Psikolog dan novelis Inggris Elliott Jaques pada tahun 1965.
Krisis seperempat abad merupakan periode penting dalam hidup seseorang karena pada usia ini banyak hal yang terjadi, seperti menyelesaikan pendidikan, memasuki dunia kerja, menikah, membeli rumah, atau bahkan memilih karier yang tepat. Namun, seringkali keputusan-keputusan ini sulit untuk diambil karena seseorang merasa tidak siap atau tidak yakin dengan pilihan yang akan diambil.
Tanda-tanda krisis seperempat abad bisa bervariasi dari individu ke individu, namun biasanya ditandai dengan perasaan cemas, tidak percaya diri, depresi, merasa terjebak dalam rutinitas, atau merasa tidak berarti. Individu yang mengalami krisis ini seringkali merasa sulit untuk menemukan tujuan hidup dan merasa tertekan dengan harapan dan ekspektasi yang diberikan oleh orang lain.
Bahaya Krisis Seperempat Abad
Bahaya dari krisis seperempat abad adalah bahwa jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Individu yang mengalami krisis ini dapat mengalami gangguan kecemasan, gangguan depresi, dan bahkan merasa tidak ingin hidup lagi. Selain itu, individu dapat kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak yakin dengan pilihan hidupnya, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam mencapai tujuan hidup.
Mengatasi krisis seperempat abad membutuhkan waktu dan upaya yang serius. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis ini antara lain adalah dengan melakukan introspeksi, memperbaiki pola pikir, menemukan hobi atau kegiatan yang menyenangkan, mengambil waktu untuk berlibur atau beristirahat, atau bahkan mendapatkan bantuan dari terapis.
Pada dasarnya, krisis seperempat abad adalah fenomena psikologis yang dapat terjadi pada orang-orang yang berusia 20-30 tahun. Jika tidak ditangani dengan baik, krisis ini dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, penting bagi individu yang mengalami krisis ini untuk mencari bantuan dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi perasaan cemas dan tidak percaya diri. (Has/Alex)
