borderline personality

Gangguan kepribadian dengan istilah personality borderline, belakangan semakin marak terjadi di masyarakat dan lingkungan pekerjaan. Menariknya, jenis gangguan ini seringkali kurang disadari oleh orang-orang terdekat. Tak jarang, orang-orang dengan gangguan kepribadian ini justru mengacaukan banyak hal dalam kehidupannya sendiri maupun kehidupan orang-orang sekitarnya, melalui sejumlah sikap dan perilaku negatif.

Menurut American Psychological Association, personality borderline adalah pola ketidakstabilan dalam hubungan pribadi, emosi yang intens, citra diri yang buruk, dan impulsif. Seseorang dengan gangguan kepribadian ambang atau personality borderline akan berusaha keras untuk menghindari perasaan ditinggalkan, berulang kali mencoba bunuh diri, menunjukkan kemarahan intens yang tidak pantas, atau terus menerus merasa hampa dalam kehidupannya.

Pada sejumlah kasus penderita personality borderline selain karena faktor fisik seperti genetik, kelainan otak dan faktor fisiologis, juga dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan perkembangan kepribadiaan pada kanak-kanak yang kurang tepat. Orang-orang yang menderita personality borderline, ditemukan mengalami kekerasan pada masa perkembangannya, sehingga menimbulkan rasa inferior yang sangat besar pada konsep dirinya. Oleh karena itu, jangan heran jika penderita gangguan kepribadian ini akan dengan mudah mengalami mood swing atau perubahan mood, dalam hitungan menit. Tak hanya itu, penderita gangguan borderline personality disorder ini akan berusaha mati-matian menutupinya dengan melakukan kemarahan yang intens dan agresif.

Sementara itu, proses diagnosis penderita personality borderline biasanya akan melalui sejumlah tahapan dan dilakukan oleh dokter jiwa, melalui serangkaian pemeriksaan. Pada kondisi yang sudah cukup akut, dokter jiwa akan memberikan obat anti depresi untuk mengurangi perubahan emosi yang agresif untuk mencegah kemungkinan fatal seperti keinginan menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri. Selain itu, sejumlah psikoterapi juga dapat diterapkan bagi pasien penderita gangguan personality borderline ini. Jenis terapi yang dapat dilakukan misalnya Dialectical behavior therapy (DBT), Schema-focused therapy dan terapi psikodinamis.

Nah, Jika Anda para orangtua yang ingin menjadikan anak-anak tumbuh secara maksimal dan normal, disarankan untuk melakukan pola asuh yang tepat sesuai dengan usia dan tugas perkembangannya. Paling tidak, melalui langkah ini, kemungkinan untuk mengalami gangguan kepribadian dapat diminimalisir ketika sang anak dewasa kelak. (hs)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *