Toxic relationshipToxic People in Relationship

Jakarta – Kesehatanmental.info – Pernahkah Anda merasa direndahkan oleh pasangan? Sepertinya semua yang dibicarakan selalu mengarah ke perdebatan tanpa ujung. Bahkan tak jarang dari perdebatan itu, memicu pertengkaran yang justru memperburuk hubungan dengan pasangan. Belum lagi sikap yang cenderung egois dari masing-masing pihak, makin menyebabkan hubungan semakin kacau dan tidak harmonis dalam waktu yang cukup lama. Jika Anda mengalami hampir semua tanda tersebut, maka sudah dipastikan Anda sedang dalam tahap “toxic relationship”.

Menurut Dr. Lilian dari California, Amerika Serikat, toxic relationship atau hubungan beracun sesungguhnya banyak terjadi di kalangan anak remaja atau bahkan dewasa. Salah satu gejala yang timbul dan cukup mudah diamati dari hubungan beracun ini adalah ketidakcocokan seseorang dengan orang lainnya dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Ketidakcocokan ini juga berdampak pada komunikasi yang mandeg dan cenderung saling menyakiti satu dengan lainnya. Orang-orang yang terjebak dalam hubungan beracun atau toxic relationship biasanya akan sering mengeluarkan kata-kata negatif, saling merendahkan, dan tak jarang masing-masing akan mencurahkan waktu yang banyak untuk balas dendam, demi memuaskan egonya. Sungguh menyedihkan bukan?

Dalam perspektif psikologi perkembangan, hubungan beracun dapat terjadi pada berbagai pola hubungan serta rentang usia. Tak hanya hubungan dengan pasangan, hubungan pertemanan, hubungan rekan kerja, atau bahkan hubungan dengan saodara pun bisa dihinggapi oleh kondisi toxic. Dilansir dari Psychology today, orang-orang yang mengalami toxic relationship atau hubungan beracun akan lebih sering bersikap dan bertindak negatif. Selain itu, dalam kondisi ini masing-masing akan mencari-cari kesalahan satu dengan yang lainnya dan cenderung memberikan respon yang agresif secara berlebihan. Beberapa sikap seperti “playing victim” atau mencari dan menyalahkan orang lain, teman, pasangan, keadaan dan lingkungan di sekitar, merupakan ciri-ciri orang yang mengalami toxic relationship. Oleh karena itu, bentuk hubungan beracun ini sangat tidak disarankan karena justru akan menyakiti satu dengan yang lainnya, baik disadari atau pun tidak.

Tepat Memilih Lingkungan

Berangkat dari kondisi hubungan beracun atau toxic tersebut, upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah memilih lingkungan yang tepat, berusaha bersikap asertif dan persuasif adalah salah satu upaya mencegah hubungan yang bersifat toxic. Namun jika sikap positif dan persuasif tersebut masih belum bisa mengatasi hubungan yang kurang sehat, maka ada baiknya Anda meninggalkan lingkungan dan orang-orang yang toxic tersebut. Bagaimana pun semakin lama Anda terjebak ke dalam kondisi dan hubungan yang toxic, akan semakin besar pula kemungkinan rusak kepribadian dan hidup Anda. Overthinking, cenderung menghakimi dan kurang mawas diri adalah sebagian kecil orang-orang yang terlalu lama dalam dalam hubungan beracun atau toxic relationship. Kita memang sulit mengubah lingkungan dan orang lain di sekitar kita, namun kita dapat mengubah repson dan memilih untuk menjadi orang yang selalu berpikir dan bertindak positif dalam menjalani hidup. Melalui cara ini, setidaknya hidup lebih bermakna dan terasa lebih ringan dalam menjalaninya. Jangan sampai hubungan yang toxic ini justru menjadikan Anda orang yang mengalami gangguan psikologis serta mental di kemudian hari karena racun pikiran dan tindakan dari orang maupun lingkungan di sekitar kita.

By Editor

9 thoughts on “Dampak Toxic Relationship Terhadap Kesehatan Mental”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *