Pernahkah Anda merasa bahwa orangtua Anda semakin mudah lupa? Tak jarang sering mengulang-ulang dan mengatakan hal yang sama. Selain itu, pada beberapa kesempatan orangtua Anda juga sering lupa meletakan barangnya dan marah-marah saat mencarinya, padahal barang tersebut berada di sampingnya. Menariknya, orangtua Anda seolah dengan mudah melupakannya usai marah-marah atau menggerutu. Jika beberapa hal terebut sering terjadi dalam jangka waktu lama bisa jadi merupakan tanda penyakit dimensia atau kepikunan.
Menurut National Institute of Aging, dimensia atau kepikunan sebenarnya merupakan penyakit yang menyerang kognitif dan fungsi otak untuk berpikir dan menggunakan memorinya. Orang-orang dengan gangguan dimensia akan mengalami kesulitan dalam mengingat segala sesuatu. Kondisi ini tentu saja akan berdampak pada tingkah laku dan aktivitas kesehariannya. Tak hanya itu, gangguan pada kognitif ini juga akan berpengaruh pada proses informasi dan artikulasi dalam menyampaikan bahasa, sehingga akan berpengaruh pada komunikasi penderita gangguan dimensia atau kepikunan. Pada kondisi yang akut, para penderita dimensia akan mengalami gangguan psikologis, depresi dan halusinasi.
Lalu siapa yang rentan mengalami dimensia atau kepikunan? Para lansia adalah orang-orang yang sangat rentan mengalami gangguan dimensia atau kepikunan. Orang-orang dengan usia di atas 60 tahun akan mudah mengalami gangguan fungsi kognitif yang berdampak pada kepikunan, dikarenakan fungsi otaknya untuk mengingat sudah mulai mengalami penurunan. Namun dimensia tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada usia 50-an tahun. Penyebab terjadinya dimensia atau kepikunan sendiri cenderung beragam. Beberapa faktor seperti semakin bertambahnya usia, riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit bawaan, serta gangguan kognitif ringan dan down syndrom merupakan penyebab dimensia atau kepikunan yang sulit diatasi karena bersifat alamiah.
Mencegah Dimensia atau Kepikunan
Pada orang-orang yang mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, kolesterol berlebihan, sleep apnea, dan aterosklerosis akan lebih cepat berpengaruh pada kemampuan kognitifnya. Kondisi ini sudah barang tentu akan berdampak pada kemampuan daya ingat dan pemrosesan informasi di dalam otaknya. Oleh sebab itu, cara ampuh untuk mencegah dimensi adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak usia dini.
Berhenti merokok konon merupakan bagian dari salah satu cara yang dapat mencegah dimensia atau kepikunan. Aktivitas merokok pada kondisi tertentu memang dapat mendorong kognitif dan otak kita lebih relaks karena kandungan nikotin di dalamnya. Namun dalam jangka panjang, justru akan berdampak negatif pada kesehatan syaraf dan organ tubuh kita.
Sementara itu konsumsi makanan sehat dan organik juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya dimensia atau kepikunan sejak dini. Melakukan olahraga secara rutin, selalu berinteraksi dengan orang lain, mengurangi konsumsi alkohol, menggunakan dan melatih otak secara rutin dengan aktivitas sederhana seperti bermain teka-teki atau games, serta mecegah cidera di organ kepala merupakan upaya pencegahan terhadap dimensia atau kepikunan sejak dini. (has/ayu)
