Burn Out adalah kondisi gangguan fisik dan psikologis yang berkaitan dengan pekerjaan. Orang-orang yang mengalami burn out biasanya akan memperlihatkan sejumlah gejala fisik dan psikologis. Namun, hal yang paling mudah terlihat ketika mengalami burn out adalah seseorang akan merasakan malas berlebihan dan kecemasan yang terus-menerus. Tak hanya itu, orang yang mengalami burn out akan lebih mudah marah, sensitif dengan hal-hal sepele, serta cenderung menarik diri secara sosial.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) burn out adalah jenis penyakit karena kelelahan kerja, akibat seseorang belum berhasil mengelola pekerjaan dengan baik. Pada dasarnya, bagi orang-orang yang mengalami burn out akan merasakan sejumlah dampak cukup berat bagi fisik maupun mentalnya. Orang-orang yang mengalami burn out akan merasakan betapa datang ke kantor adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Mereka akan dihantui suasana mencekam, ketakutan, dan tertekan, dan tentu saja akan berakibat pada kondisi fisiknya. Artinya, orang-orang yang mengalami burn out ini dapat merasa kelelahan, kurang tidur, fisik makin lemah dan tak jarang perut mual karena asam lambung yang meningkat serta sejumlah keluhan fisik lainnya.

Penyebab utama burn out dipicu oleh faktor yang berasal dari pekerjaan. Beberapa faktor tersebut diataranya adalah lingkungan kerja yang tidak mendukung, atasan yang cenderung otoriter atau leadership yang buruk, bullying dan rekan kerja yang toxic, kejenuhan karena pekerjaan, beban kerja yang tidak sesuai kompetensi dan kapabilitas, budaya kerja atau corporate culture yang tidak mendukung dan hal-hal lain yang berkaitan dengan faktor pekerjaan. Karenanya, jika penyebab ini terus dibiarkan akan berujung pada penurunan kinerja seseorang, bahkan dalam jangka panjang mampu menyebabkan stres maupun depresi.

Cara Mencegah Burn Out

Upaya yang cukup ampuh untuk mengatasi burn out adalah memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang akan dilakukan disesuaikan dengan rencana kerja atau work plan. Oleh sebab itu, menyusun daftar pekerjaan juga dibutuhkan agar seseorang mampu menyusun prioritas terkait pekerjaannya. Jika terjadi masalah pekerjaan, disarankan mengajak atasan berdiskusi adalah salah satu upaya yang patut dicoba. Di sisi lain, menyadari kemampuan dan kapasitas diri adalah tindakan yang bijaksana agar seluruh pekerjaan dapat terselesaikan sesuai target waktu yang ditetapkan. Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa kegiatan fisik seperti yoga, meditasi, dan olah raga out door dapat menjadi pilihan untuk mengurangi stres akibat tekanan kerja atau pun burn out.

Namun, jika berbagai upaya tersebut sudah dilakukan, tapi tetap saja masih tertekan dan mengalami insomnia atau bahkan stres berkepanjangan, rasanya tidak ada salahnya jika melakukan konseling dengan psikolog ataupun psikiatri. Melalui bantuan seorang ahli seperti psikolog, psikiatri dan terapis, seseorang yang mengalami stres akibat burn out dapat diberikan solusi untuk mengatasinya. Jika dirasa dibutuhkan penderita burn out, dapat menjalani psikoterapi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut agar gangguan burn out dapat segera sembuh.

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *