Menghadapi penolakan bukanlah perkara yang mudah

Ditolak oleh orang-orang di sekitar kita bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kita merasa sudah berupaya banyak hal, namun tetap saja kita diabaikan oleh orang-orang yang sebenarnya kita percaya sebelumnya. Beberapa orang bahkan merasa hampir putus asa, karena mendapatkan penolakan atau rejection yang berulang. Akibat dari peristiwa penolakan yang terus berulang ini, sebagain orang mengalami kelelahan secara psikologis dan emosional.

Menurut Martin Selingman, PhD, seorang ilmuwan Psikologi dari University of Pensylvinia, penolakan yang terlalu sering dialami oleh seseorang bisa berdampak bagi kondisi psikologis yang bersangkutan. Seringkali saat mendapatkan penolakan, seseorang akhirnya merasa rendah diri, insecure, dan menyalahkan diri sendiri atas penolakan yang terjadi pada dirinya. Padahal kenyataanya, kita tidak bisa mengontrol semua hal yang ada di luar kendali kita. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman diri mengenai hal-hal yang tidak bisa kita kontrol karena di luar kendali kita. Kontrol diri merupakan salah satu hal penting dalam menghadapi penolakan di tengah gaya hidup instan akhir-akhir. Bayangkan saja ketika Anda usai ditolak wawancara kerja, atau diabaikan pasangan, atau mungkin tidak dianggap penting oleh circle pertemanan yang Anda anggap penting? Padahal, sebelumnya Anda menganggap mereka cukup berarti bagi Anda. Maka sudah dapat dipastikan Anda makin terpuruk dan kecewa karena merasa diabaikan.

Tips Hadapi Penolakan

1. Terima Dan Rangkul Rasa Kecewamu

Saat mengalami kekecewaan, ada baiknya Anda meluapkan rasa kecewa dan sedih Anda dengan cara yang tepat. Daripada pura-pura bahagia, seolah tidak terjadi apa-apa namun sebenarnya Anda kecewa, justru menjadikan kemampuan emosi dan pikiran Anda makin kusut. Akibatnya, justru Anda gagal memvalidasi emosi dan perasaan sedih Anda, dan jika ini terjadi dalam jangka panjang  akan berdampak pada kondisi mental yang kurang sehat. Tentu saja, karena Anda terbiasa lari dari masalah dan berpura-pura baik-baik saja.

2. Bicarakan Dengan Orang Terdekat

Jika Anda sudah tidak kuat lagi menanggung banyaknya penolakan dalam beberapa moment hidup yang tengah dijalani, ada baiknya Anda mencari bantuan orang lain untuk berbicara dan mampu mendengarkan Anda. Orang-orang tersebut bisa jadi adalah orangtua Anda, sodara, atau sahabat terdekat yang Anda percaya. Setidaknya melalui cara ini Anda dapat sedikit lega karena dapat mencurahkan rasa kecewa yang sedang dialami.

3. Carilah Bantuan Profesional

Banyak orang kadang enggan dan malu untuk mencari bantuan ke profesional seperti psikolog dan psikiater. Hal ini disebabkan oleh adanya stigma di masyakarat kita yang menyatakan bahwa orang yang datang ke psikolog atau psikiater dikonotasikan sebagai orang yang kurang waras. Padahal, jika melakukan konseling dengan terapis seperti psikolog atau psikiater justru merupakan tindakan early warning system pada diri sendiri, terkait dengan pentingnya menjaga kesehatan mental. Melakukan konsultasi dan konseling dengan profesional justru memberikan Anda ruang untuk bertumbuh secara bertahap, dalam menghadapi kegagalan dan ketidaknyamanan dalam fase hidup Anda.

Masih menurut Martin Selingman, PhD seorang penganut psikologi positif, pada dasarnya tidak ada yang permanen dalam hidup ini. Kegagalan, keberhasilan dan rasa bahagia atau pun sedih merupakan bagian dari proses menjadi manusia yang lebih baik. Ingatlah bahwa tidak diterima atau pun ditolak seseorang atau dalam satu lingkungan tidak lantas menjadikan Anda manusia yang tidak berguna. (has)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *