Jakarta – Kesehatanmental.info – Pernahkah kamu mengalami capek dan lelah karena kemacetan yang tidak kunjung usai ketika sedang berkendara? Atau mungkin kamu sedang berada di transportasi umum namun terjebak berjam-jam? Kejadian ini seringkali dialami oleh orang-orang yang tinggal di perkotaan dengan lalu lintas yang padat dan justru melelahkan secara psikis sehingga, berdampak pada fisikmu. Nah jika kamu sering mengalami hal ini, bisa jadi itu adalah traffic stress syndrome.

Menurut American Psychology Association, Traffic Stress Syndrome (TSS) adalah istilah yang merujuk pada gangguan psikologis dan fisiologis yang dialami individu akibat stres yang berkaitan dengan lalu lintas. Stres ini dapat timbul dari berbagai faktor yang terkait dengan berkendara, seperti kemacetan lalu lintas, perilaku pengemudi lain yang tidak aman, ketidakpastian waktu perjalanan, dan lingkungan jalan yang menegangkan. TSS dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental dan fisik individu, serta mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Traffic stress syndrome bisa disebabkan oleh berbagai hal. Kemacetan yang berkepanjangan dan tidak terduga dapat menyebabkan frustasi, ketegangan, dan kecemasan. Tak hanya itu, penundaan yang konstan dan ketidakpastian waktu tiba di tujuan dapat meningkatkan stres.

Di sisi lain, perilaku agresif dari para pengemudi juga bisa menjadi pemicu terjadinya stress di di jalanan. Perilaku agresif, seperti memotong jalan, kecepatan berlebihan, dan tidak mematuhi aturan lalu lintas, dapat menambah stres. Bahkan tindakan-tindakan yang tidak aman oleh pengemudi lain dapat memicu rasa takut dan cemas akan keselamatan pribadi.

Faktor lain yang dapat menjadi pemicu terjadinya traffic stress syndrome adalah Kondisi jalan yang buruk, seperti lubang, jalan bergelombang, dan kurangnya rambu lalu lintas, dapat menyebabkan stres tambahan. Di sisi lain, lingkungan yang bising dan polusi udara juga dapat mempengaruhi kesejahteraan pengemudi.

Dampak Negatif Traffic Stress Syndrome

Setidaknya terdapat kurang lebih tiga dampak negatif bagi kehidupan seseorang, sehingga yang bersangkutan menjadi terganggu dalam kehidupan kesehariannya. Selain itu, orang-orang yang mengalami traffic stress syndrome juga akan menjadi lebih rentan terkena gangguan psikologis maupun fisik. Nah berikut ini adalah tiga akibat negatif traffic stress syndrome yang wajib kamu ketahui:

Akibatkan Stress dan Gangguan Kecemasan

Orang-orang yang mengalami traffic stress syndrome, akan lebih mudah mengalami gangguan kecemasan. Tak hanya itu, orang-orang yang mengalami syndrome ini juga lebih mudah cemas, ketika sedang berada dalam perjalanan. Tak jarang mereka juga akan mudah cemas jika terjadi kemacetan mendadak, sehingga berakibat pada kemampuan mengelola emosi diri. Jika situasi ini terus-menerus dibiarkan maka akan berdampak pada kesejahteraan psikologis seseorang.

Mengganggu Kesehatan Fisik

Orang-orang yang mengalami traffic stress syndrome akan sangat mudah cemas dan mengalami gangguan penyakit cardiovaskuler. Tentu saja hal ini dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan fisiknya. Selain itu, juga berakibat pada terjadinya nyeri pada leher, punggung dan anggota tubuh lainnya. Dalam jangka panjang, gangguan ini juga akan dapat menjalar pada penyakit fisik lainnya.

Menurunkan Produktivitas

Stres dari perjalanan sehari-hari dapat mempengaruhi produktivitas kerja dan konsentrasi. Kelelahan dan iritabilitas dapat mempengaruhi kinerja di tempat kerja dan hubungan interpersonal. Tentu saja hal ini dipengaruhi oleh mood dan suasana hati maupun pikiran yang diakibatkan oleh kacaunya situasi perjalanan yang macet. Traffic stress syndrome yang dialami oleh orang-orang yang bekerja justru dapat mengurangi produktivitas mereka.(*)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *