Jakarta – Kesehatanmental.info – Kehidupan yang serba cepat di era saat ini, sedikit banyak telah berdampak bagi kesehatan mental, termasuk salah satunya pada para wanita. Bahkan berdasarkan data Global Burden Disease (GBD) wanita memiliki resiko dua kali lipat terkena gangguan kecemasan jika dibandingkan pria. Fakta ini tentu saja sangat masuk akal, jika dikaitkan dengan kehidupan wanita zaman sekarang dengan banyak tuntutan yang tidak bisa dihindari. Selain sebagai wanita yang mengurus masalah domestic, saat ini juga banyak wanita yang tetap berkarir untuk tetap mencukup kebutuhannya.

Menariknya, dari tahun ke tahun jumlah gangguan kecemasan yang dialami oleh wanita menunjukkan angka kecenderungan makin meningkat. Tak hanya itu, para wanita juga disebutkan bahwa terjadinya gangguan kecemasan padanya dikarenakan oleh sejumlah faktor. Nah berikut ini adalah sejumlah faktor penyebab wanita lebih rentan alami gangguan kecemasan:

Faktor Biologis

Faktor biologis yang menjadi salah satu penyebab wanita rentan alami gangguan kecemasan adalah faktor hormonal. Perubahan hormon yang dialami wanita sepanjang hidup mereka, seperti menstruasi, kehamilan, postpartum (setelah melahirkan), dan menopause, dapat mempengaruhi suasana hati dan kesejahteraan mental. Fluktuasi hormon ini sering dikaitkan dengan gangguan seperti depresi dan kecemasan. Sementara itu, adanya faktor keturunan atau genetic turut serta menjadi contributor terjadinya gangguan kecemasan pada wanita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita mungkin memiliki kerentanan genetik yang lebih tinggi terhadap gangguan mental tertentu, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Faktor Psikologis

Wanita sebagai salah satu bagian penting secara individual memliki karakter yang menarik. Hal ini dilatarbelakangi oleh konstruksi kepribadian wanita yang tidak bisa dilepaskan dari unsur-unsur emosional yang melekat padanya. Tak hanya itu, wanita umumnya memiliki respons emosional yang lebih kuat terhadap situasi yang penuh tekanan. Ini bisa membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan mental ketika menghadapi situasi stres.

Faktor Sosial

Tekanan untuk memenuhi peran gender tradisional, seperti menjadi ibu dan pengurus rumah tangga, bisa menimbulkan stres yang signifikan. Wanita juga sering menghadapi tekanan untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga, yang bisa berkontribusi pada gangguan mental. Sedangkan di sisi lain, Wanita lebih mungkin menjadi korban kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Pengalaman trauma ini secara signifikan meningkatkan risiko gangguan mental seperti PTSD, depresi, dan kecemasan. Pada kondisi yang lain, stigma terkait gangguan mental seringkali lebih berat bagi wanita, terutama dalam budaya yang memiliki pandangan negatif terhadap wanita yang menunjukkan kelemahan atau membutuhkan bantuan. Diskriminasi gender di tempat kerja dan di masyarakat juga dapat menambah beban mental.

Pada dasarnya, Kombinasi faktor biologis, psikologis, dan sosial membuat wanita lebih rentan terhadap gangguan mental. Memahami dan menangani faktor-faktor ini secara holistik dapat membantu mengurangi risiko dan dampak gangguan mental pada wanita. Penting juga untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental wanita, serta memastikan akses ke perawatan yang memadai dan sensitif gender. (hasis/steven)

By Editor