Dalam situasi yang serba tidak menentu saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak orang mengalami gangguan kecemasan. Pada dasarnya gangguan kecemasan merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap orang, karena tidak semua yang terjadi dalam hidup ini sesuai dengan harapan kita. Banyak hal seperti pekerjaan, keuangan, hubungan percintaan, keluarga dan kehidupan sosial terkadang jauh dari harapan kita.

Pada dasarnya kecemasan masih dapat ditoleransi oleh setiap individu, ketika yang bersangkutan masih dapat mengatasi dan mengelolanya dengan baik. Namun, apabila kecemasan tersebut semakin parah dan terus berlanjut hingga mempengaruhi aktivitas keseharian kita, kondisi tersebut pantas untuk dicurigai. Dikutip dari Jurnal Psikologi yang ditulis oleh Berggren, N. & Eimer, M menyatakan bahwa gangguan kecemasan yang berlebihan akan dapat mempengaruhi pemrosesan informasi dalam pikiran seseorang, dan tentu saja akan berdampak pada perilkunya. Kondisi ini jika dibiarkan teradi terlalu lama, tanpa mendapatkan penangangan secara medis maupun psikologis akan berdampak pada terjadinya anxiety.

Sebagai sebuah gangguan psikologis, Anxiety memiliki sejumlah gejala yang dapat dideteksi sejak dini. Adapun sejumlah gejala tersebut dapat berupa gugup dan gelisah, detak jantung yang terasa cepat, nafas gemetar, dan susah untuk memfokuskan diri atau berkonsentrasi. Bahkan tak jarang para penderita anxiety juga akan merasakan badan yang lemas dan tiba-tiba tubuh berkeringat ketika rasa cemas tiba-tiba datang. Nah….jika kita mengalami sebagian besar gejala di atas, maka sudah dapat dipastikan kita menderita anxiety. Karenanya, agar tidak terlalu berkepanjangan, memeriksakan diri ke dokter atau berkonsultasi dengan psikolog adalah jalan terbaik agar kita tetap sehat dan segera pulih.

By Editor

One thought on “Deteksi Anxiety Sejak Dini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *