Jakarta – kesehatanmental.info – Buat kamu yang sedang mencari pekerjaan, setelah berjibaku dengan puluhan atau bahkan ratusan lamaran, diundang wawancara kerja tentunya sangat menggembirakan. Namun banyak kandidat, akhirnya harus menelan pil pahit alias gagal saat wawancara kerja, karena mereka merasakan bahwa wawancara tidak berjalan dengan baik. Tak hanya itu, wawancara kerja pun akhirnya hanya lewat saja tanpa mendapatkan umpan balik yang menggembirakan.
Beberapa perusahaan, biasanya memiliki standar baku dan sejumlah persyaratan sebelum melakukan wawancara kerja kepada kandidat. Misalnya melakukan seleksi berkas atau administrasi, berdasarkan kriteria dan persyaratan pekerjaan. Beberapa informasi penting dan persyaratan dari pelamar seperti pendidikan, pengalaman, dan kesesusaian pekerjaan menjadi sejumlah bagian penting yang harus dipenuhi oleh pelamar, sebelum melakukan wawancara. Bahkan untuk bisa ke tahap tes wawancara, baik dengan bagian sumber daya manusia, atau pun unit kerja para kandidat harus lolos terlebih dahulu dalam test tertulis maupun psikotest.
Nah berikut ini adalah sejumlah panduan bagi kamu yang ingin lolos pada saat wawancara kerja menurut career center dari University of California Berkeley:
Lakukan Riset di Perusahaan Tempat Kamu Melamar Pekerjaan
Buat kamu sebelum melakukan wawancara kerja, ada baiknya terlebih dahulu mencari informasi yang memadai dan lengkap, terkait perusahaan yang kamu lamar. Tentu saja ini adalah hal dasar, yang wajib kamu lakukan agar kamu tidak memberikan kesan kurang paham saat wawancara kerja. Terlebih lagi, tindakanmu dengan mencari tahu informasi soal perusahaan mulai dari visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan, hingga produk serta layanan mereka telah menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang punya komitmen untuk terus bertumbuh.
Persiapkan Dirimu
Wawancara kerja bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kamu ingin posisi yang sudah berpengalaman misalnya, supervisor, manajer, kepala divisi atau bahkan pada posisi direksi. Pada beberapa kasus, banyak kandidat yang gagal dalam melakukan wawancara kerja dikarenakan tidak mampu mempersiapkan diri. Adapun persiapan tersebut mulai dari kondisi fisik dan psikologis. Ingatlah saat wawancara pastikan kondisi tubuhmu tetap sehat, bugar dan cukup istirahat. Oh iya, jangan gugup saat menjawab pernyataan pewawancara, plus pastikan kamu menjawabnya dengan nada bicara yang mantap tanpa ragu. Keraguanmu menunjukkan bahwa kamu kurang yakin dengan dirimu sendiri.
Cari Tahu Alamat Perusahaan
Jika kamu ingin melakukan wawancara pekerjaan, pastikan kamu mencari tahu terlebih dahulu jika akan melakukan wawancara kerja. Apalagi jika wawancara tersebut dilakukan secara offline atau langsung. Bagaimana pun sangatlah penting bagi kamu untuk menegtahui alamat perusahaannya. Setidaknya, kamu bisa memperkirakan kapan kamu harus datang tepat waktu dan tidak terlambat. Pastikan juga agar kamu mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan sesuai permintaan pihak recruiter, sehingga kamu mampu memberikan yang terbaik pada saat wawancara kerja. Nah jika wawancara kerja dilakukan secara online, pastikan bahwa koneksi internet kamu memadai dan maksimal agar tidak membuat pihak rekruter tidak nyaman.
Jangan Datang Terlambat
Impresi dan kesan pertama sangatlah penting bagi para rekruter. Jadi upayakan dengan maksimal kamu tidak datang terlambat saat wawancara. Jika perlu tiga puluh menit sebelum sesi wawancara, kamu bisa datang lebih awal. Apa pun alasanmu datang terlambat, mulai dari macet, kesiangan, dan ketiduran serta lainnya justru hany akan membuatmu terkesan sebagai pribadi yang kurang bertanggung jawab atau profesional. Ingatlah bahwa semua orang punya problem masing-masing ya…
Hindari Membual Berlebihan
Para rekruter senior apalagi level Kepala Divisi Sumber Daya Manusia, biasanya memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi dalam pekerjaanya. Jadi hindarilah untuk membual terlalu banyak pada saat wawancara. Jawablah seluruh pertanyaan secara taktis, tepat dan akurat. Cara ini akan membuatmu lebih profesional dan memberikan kesan positif. Terlebih di era digital dan informasi apa pun bisa didapatkan melalui internet. Jadi jangan sampai kamu membual berlebihan, karena dalam wawancara perilaku atau behavior interview seseorang akan terlihat ketika sedang berbohong lho…dan jika ternyata terdeteksi kamu berbohong maka kamu sudah dapat dipastikan gagal dalam sesi wawancara tersebut.
Hati-Hati Dengan Media Sosialmu
Di era yang serba bebas ini, media sosial bisa menjadi salah satu sarana untuk mengekspresikan dirimu. Mulai dari pencapaian kamu, keberhasilanmu, kebahagianmu hingga kekesalanmu. Namun, dibalik mudahnya teknologi saat ini, sosial media bisa menjadi pisau bertama dua. Tentu saja hal ini dikarenakan kamu salah alamat dan menggunakan media sosial secara berlebihan atau kurang bijaksana. Ungkapan memaki, mengumpat, membagikan hal negatif, sarkastik, dan pornografi hanya akan membuatmu memiliki stigma negatif. Saat ini, banyak perusahaan besar punya komite etik pegawai yang akan memantu media sosial pegawainya, karena dikhawatirkan akan merugikan reputasi perusahaan jika tidak dikelola dengan baik. Well…jadi gimana? Hati-hati dengan media sosialmu ya…Good Luck (hasis)
I’m really loving the theme/design of your web site.
Do you ever run into any web browser compatibility issues?
A handful of my blog visitors have complained
about my website not operating correctly in Explorer but looks great in Safari.
Do you have any tips to help fix this issue?
my site: testimonios
I have been surfing online more than 3 hours today yet I never found any interesting article like yours It is pretty worth enough for me In my opinion if all web owners and bloggers made good content as you did the web will be much more useful than ever before