Perubahan mood sesungguhnya merupakan hal yang wajar dan normal. Terlebih pada kondisi ketidakpastian yang entah sangat sulit diprediksi seperti saat ini. Berbagai kesibukan pekerjaan rumah, kantor dan mengurus keluarga serta belajar bagi anak sekolah tak jarang menjadi faktor pemicu terjadinya perubahan mood atau mood swing. Akan tetapi jika perubahan mood tersebut telah berdampak pada kehidupan pribadi secara intensif maka perlu diwaspadai, karena bisa jadi hal tersebut merupakan gangguan mental.
Pada dasarnya mood swing atau perubahaan suasana hati dan pikiran jika terjadi sesaat dan tidak sering bukanlah hal yang perlu dirisaukan. Namun jika mood swing tersebut sering terjadi berhari-hari dan cukup intensif, serta berdampak pada kehidupan maupun aktivitas sehari-hari maka perlu diwaspadai. Bahkan bagi sebagian kalangan mood swing yang terus-menerus bisa menjadi salah satu indikasi seseorang mengarah pada gangguan bipolar.
Gejala mood swing pada sebagian orang sebenarnya cukup mudah dikenali. Perasaan dan suasana hati yang mudah berubah, cepat marah dan tersinggung, serta gelisah adalah sebagian kecil gejala dari mood swing. Namun beberapa kondisi mood swing pada sebagian orang juga ditandai dengan gangguan tidur atau insomnia.
Menurut American Psychology Association, penyebab mood swing dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Penyebab yang sering muncul dikarenakan ketidakseimbangan kimia di dalam otak. Faktor utama pemicu ketidakseimbangan adalah kurangnya produksi serotonin dan dompamin, sehingga berdampak pada suasana hati yang berujung pada terjadinya mood swing. Selain itu, faktor hormonal juga ikut berkontribusi pada gangguan mood swing. Pada kelompok orang remaja, wanita hamil dan perempuan menopouse lebih rentan mengalami mood swing. Oleh sebab itu, pada kondisi tertentu perlu kesadaran lebih pada kelompok tersebut.
Sementara itu, sejumlah penyakit seperti kerusakan paru-paru, ginjal, jantung dan gangguan otak juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan susasana pikiran dan perasaan lebih cepat. Kondisi organ yang tidak normal menjadi salah satu pemicu pada sejumlah orang merasakan perubahan suasana pikiran dan perasaan terlalu cepat. Sejumlah ilmuwan psikologi dan psikiatri juga menyaatkan bahwa gangguan kepribadian, ADHD dan depresi juga menjadi faktor kuat penyebab terjadinya mood swing atau perubahan suasana pikiran dan perasaan.
Dampak Mood Swing Bagi Kehidupan
Meskipun sepintas hanyalah perubahan suasana pikiran dan perasaan, mood swing pada prakteknya cukup menganggu bagi penderitanya maupun orang-orang di sekitarnya. Beberapa tindakan implusive dan reaktif tak jarang justru merugikan dan menyakiti perasaan orang lain. Tak hanya itu, gangguan mood swing juga menjadikan orang-orang lebih mudah putus asa dan gelisah.
Jika gangguan mood swing dibiarkan berlarut-larut akan berdampak pada kehidupan pribadi dan orang-orang di sekitarnya. Selain merugikan dari aspek sosial, juga berdampak pada kondisi mental dan sosio emosional. Dijauhi teman, kerabat dan sanak saodara, merasa tidak yakin, putus asa, dan rendah diri hanyalah sebagian dampak dari mood swing ini.
Nah, Jika anda sudah mulai merasakan gangguan mood swing dan cukup lama serta berdampak pada kehidupan personal, emosional dan sosial, maka rasanya tak ada salahnya jika memeriksakan diri kepada ahlinya. Psikiatri atau Dokter Jiwa, Pskolog dan terapis akan memberikan bantuan sesuai dengan gejala dan tingkat keparahan penderita mood swing. (has/ayu)
