Silent TreatmentCara Menghadapi Silent Treatment

Orang-orang zaman sekarang memiliki pemikiran yang lebih kompleks. Hal ini disebabkan oleh banyaknya distraksi informasi yang justru mengacaukan pikiran maupun persepsi setiap individu. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika orang-orang jenis ini lebih mudah sensitive atau dalam istilah sekarang disebut baper.

Sensitivitas seseorang dalam melihat dan merasakan segala sesuatu di lingkungan sekitar, sesungguhnya tidaklah buruk. Tindakan dan respon ini merupakan bagian dari bentuk kesadaran diri, untuk menyikapi banyaknya hal negatif yang ada di sekitar kita. Namun jika sensitivitas ini berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan akan berdampak negatif pagi psikis dan emosional setiap orang.

Menurut Michael Eagen,PhD, psikolog senior dari New York University, sensitivitas sangatlah diperlukan dalam membangun suatu koneksi dengan lingkungan. Orang-orang yang memiliki sensitivitas memadai, biasanya akan lebih mudah membangun relasi dengan orang-orang di sekitarnya. Mereka juga lebih mampu menjalani hidup secara baik, dan mampu memilah atau memilih setiap stimulus yang ada di lingkungannya.

Akan tetapi jika sensitivitas tersebut justru menjadikan seseorang mengalami kecemasan berlebih, tidak mampu melihat permasalahan secara jernih, respon yang berlebihan justru akan menyakiti diri sendiri. Nah…orang-orang dengan kondisi ini biasa disebut dengn highly sensitive person. Menurut American Psychological Association, diperkirakan ada sekitar 15-20% orang dunia ini yang memiliki sensitivitas tinggi atau highly sensitive person. Orang-orang dengan kondisi sensitivitas yang tinggi, memiliki hal positive maupun nengatif. Pada dasarnya kondisi ini bukanlah merupakan gangguan psikologis, namun diklasifikasikan sebagai bagian dari kepribadian. Orang-orang dengan kepribadian introvert, ekstrovert bahkan ambivert pun dapat memiliki bentuk sensitivitas berlebih.

Tips Orang Highly Sensitive Menjalani Hidup

Berlatih Self Compassion

Menjadi orang yang memiliki kepekaan dan welas asih bukanlah perkara mudah. Orang-orang dengan kemampuan sensitivitas tinggi memiliki kecenderungan mudah untuk memberikan rasa empati dan welas asih pada orang lain. Namun, sangatlah perlu untuk melatih welas asih bagi diri sendiri, agar tidak berdampak pada over thinking.

Buatlah Batasan Diri

Memberikan batasan pada diri sendiri, untuk hal-hal yang tidak penting merupakan cara bagi orang dengan sensitivitas tinggi agar tidak menyakiti diri sendiri.

Kenali dan Kontrol Emosi

Saat melihat dan merasakan lingkungan sekitar tidak sesuai dengan harapan, orang-orang dengan sensitivitas tinggi disarankan untuk berusaha mengontrol emosi. Sejumlah fakta menyatakan bahwa, orang dengan kemampuan sensitivitas tinggi, namun tetap mampu mengontrol emosi justru akan menjadikannya pribadi yang bersahaja dan mampu menjalani hidup cukup baik.

Buatlah Batasan Diri

Orang-orang dengan sensitivitas tinggi biasanya sulit mengatakan tidak untuk banyak hal dalam kehidupan dan lingkungannya. Hal ini disebabkan oleh rasa tidak enak, dan khawatir melukai perasaan orang lain. Namun, ada baiknya mulai saat ini belajar untuk berkata tidak jika beberapa ajakan dari teman sekitar justru membuat tidak nyaman atau merugikan.

Buatlah Jurnal Harian

Orang-orang dengan sensitivitas tinggi terkadang sering membantu atau memahami orang lain, namun melupakan banyak hal untuk dirinya sendiri. Dilatarbelakangi hal ini, maka disarankan bagi orang-orang dengan sensitivitas tinggi atau highly sensitive person membuat jurnal aktivitas atau menulis hal-hal yang bermakna dalam buku harian agar dapat mengurangi rasa cemas berlebihan. (has/alex)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *