Mengalami kejadian buruk dan membekas dalam bathin, merupakan hal yang kadang sulit untuk dilupakan. Kejadian-kejadian yang buruk ini cenderung membekas dalam pikiran dan jiwa, sehingga memberikan luka bathin yang cukup berat bagi seseorang. Tak jarang, orang dengan luka bathin akan merasa tertekan saat mengingat kejadian traumatis di masa lalu. Oleh karena itu, perlu kiranya bagi seseorang yang mengalami trauma buruk, akibat kejadian masa lalu, berusaha mengurangi dampak negatifnya. Bahkan jika perlu menghilangkan trauma tersebut, meskipun sulit pada awalnya.
Seperti dilansir dari American Pscyhology Associaton, Berikut ini adalah beberapa cara dan usaha untuk menghilangkan sedikit-demi sedikit, trauma di masa lalu.
1. Kenali Penyebab Utama Trauma
Mengingat Kembali hal-hal buruk, tidak menyenangkan atau bahkan menyedihkan merupakan tindakan yang tidak mudah. Namun, suka atau pun tidak dengan mengenali penyebab utama trauma akan sangat membantu kita agar dapat menghilangkan trauma tersebut. Setidaknya, kita sudah tahu apa saja yang menjadi penyebab utama trauma, sehingga proses penyembuhan lebih dapat ditetapkan.
2. Terbuka dan Mengakui
Saat Anda merasa trauma, hal yang kadang sulit untuk diungkapkan adalah kita merasa malu dan enggan untuk mengakui. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus banyak orang mengalami trauma dan enggan mengungkapkannya lantaran takut dijauhi dan direndahkan orang sekitar. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Bahkan dengan bercerita pada orang yang tepat, proses healing dapat dilakukan secara gradual dan perlahan. Setidaknya, akan sedikit mengurangi trauma tersebut.
3. Memaafkan dan Fokus Pada Diri Sendiri
Menyayangi diri sendiri merupakan bagian penting dalam proses penyembuhan trauma. Selain itu, senantiasa focus pada kehidupan sendiri dengan melakukan aktivitas dan kegiatan yang positif akan membuat bathin serta pikiran menjadi lebih segar. Beberapa kegiatan seperti bergabung dengan komunitas sesuai hobi dan kegemaran seperti bercocok tanam, berkebun, fotografi, kelas memasak dan lainnya dapat menjadi sarana terapi dan healing untuk mengurangi trauma psikis secara perlahan. Terkadang orang lupa bahwa interaksi yang sehat dengan orang lain akan berdampak positif pada perkembangan kejiwaannya. Selain itu, berusaha memaafkan diri sendiri, maupun orang lain atau kejadian yang menjadi penyebab utama trauma tersebut adalah Langkah yang sangat positif. Meskipun tidak mudah, upaya berusaha memaafkan kejadian masa lalu yang tidak menyenangkan tersebut akan mengurangi dampak negatif akibat trauma.
4. Memilih Lingkungan Yang Positif
Orang-orang yang mengalami trauma biasanya akan lebih mudah cemas, resah dan gelisah. Selain itu, orang-orang dengan gangguan trauma yang cukup berat akan mengalami gangguan dalam melakukan sejumlah aktivitas. Tak jarang penderita gangguan trauma menjadi lebih sensitive terhadap hal-hal kecil dan sepele. Marah-marah, tersinggung, menarik diri dan menutup diri dengan lingkungan bisa jadi gejala awal pada orang-orang yang mengalami gangguan trauma. Karena itu, disarankan bagi orang-orang yang mengalami gangguan trauma, hendaknya berusaha dan memilih lingkungan orang-orang yang positif dan berpikiran terbuka. Setidaknya, melalui cara ini, penderita gangguan trauma dapat menjaga kestabilan emosi dan pikirannya, serta terhindar dari pikiran berlebih dan terkait dengan masa lalu pemicu trauma.
5. Cari Solusi Bersama Tenaga Profesional
Jika gangguan trauma yang terus berkepanjangan dan mengganggu kesehatan psikis dan fisik, maka sudah sepantasnya Anda mencari bantuan ahli seperti Dokter jiwa atau psikiatri, psikolog, serta terapis. Melalui bantuan para ahli dan orang yang tepat, Anda akan mendapatkan penanganan terhadap gangguan trauma yang dialami dan telah menimpa Anda sekian lamanya. Psikiatri dan Psikolog ataupun terapis akan memberikan beberapa terapi yang dapat menyembuhkan trauma yang dialami. Beberapa terapi seperti hipnoterapi, cognitive behavior therapy, self healing, mindfulness dan meditasi merupakan sejumlah terapi yang bisa dilakukan. Namun wajib diingat, Anda tidak boleh melakukan terapi tersebut sendiri, dan harus melalui bantuan professional agar justru tidak salah dalam metode dan hasilnya lebih maksimal.
Nah beberapa hal tersebut adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mencegah trauma agar tidak semakin merugikan Anda. Ingat, usahakan untuk berkonsultasi dengan professional dan ahlinya. Selamat mencoba ya..! (has)
