Tuntutan zaman dan kondisi sosial, sedikit banyak telah menyebabkan sejumlah orang rentan mengalami stress. Apalagi dengan situasi dan kenyataan saat ini, yang hampir semua orang terjebak dalam banyak masalah. Beberapa masalah yang konon sangat pelik seperti masalah percintaan, keuangan, keluarga, pekerjaan bahkan sampai dengan masalah relasi sosial.
Menariknya, sebagian besar orang justru merasa malu untuk bercerita mengenai masalah yang menimpanya, kepada orang terdekat atau bahkan dengan bantuan para profesional seperti psikiatri, psikolog atau terapis.
Menurut Richard Lazarus, ilmuwan psikologi dari University of California Berkeley, terdapat beberapa hal yang dapat memicu terjadinya stres. Pemicu stres atau biasa disebut stressor dapat berasal dari individu yang bersangkutan, atau pun dari lingkungan. Pikiran dan perasaan merupakan faktor stressor atau penyebab stress yang berasal dari individu, sedangkan kondisi keluarga, pekerjaan, dan circle pertemanan.
Nah…Berikut ini adalah lima hal yang dapat memicu terjadinya stres pada hampir sebagian orang:
1. Masalah Kesehatan
Salah satu faktor penting yang dapat memicu terjadinya stres pada seseorang adalah masalah kesehatan. Masalah kesehatan ini dapat mencakup beberapa hal, baik yang bersifat genetik atau pun yang karena diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Orang-orang penyakit seperti jantung, hipertensi, ginjal, diabetes dan sejumlah penyakit degenerative lainnya, konon sangat rentan mengalami stress.
2. Masalah Stabilitas Emosi
Stabilitas emosi merupakan faktor penting bagi setiap individu. Karenanya, orang yang tidak mampu mengenali emosinya akan lebih cenderung destruktif dalam kesehariaanya. Bahkan tak jarang akan mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang cenderung berfluktuasi. Menariknya, orang-orang yang mengalami mood swing ini justru lebih mudah terkena stres. Bagaimana pun mengelola emosi sesuai dengan situasi dan kondisi yang relevan akan sangat membantu untuk mengurangi stress berlebihan.
3. Masalah Financial
Dalam situasi seperti sekarang yang serba tidak pasti, akibat pandemic covid-19, banyak orang mengalami pemutusan hubungan kerja. Kondisi ini tentu saja telah berdampak pada situasi finansial. Bayangakan saja, jika sebelumnya kita memiliki uang, namun karena harus menelan pil pahit dengan dirumahkan atau diputus hubungan kerja, menjadikan stabilitas finansial terganggu. Bagi orang-orang yang memiliki tabungan cukup dan dana darurat untuk bertahan, sesungguhnya cukup dapat membantu untuk bertahan sementara. Namun bagaimana jika, dana darurat telah habis dan tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Maka yang terjadi adalah stress dan gangguan kecemasan berlebihan.
4. Masalah Percintaan
Masalah relasi dan hubungan percintaan merupakan isu yang paling hangat belakangan ini. Terlebih jika dikaitkan dengan keadaan dan pola interaksi yang terjadi akhir-akhir ini. Praktis, situasi ini telah berdampak pada kondisi yang makin tidak menentu. Bahkan karena situasi sulit karena dampak Covid-19 saat ini, banyak masalah dalam keluarga dan percintaan. Masalah tersebut mulai dari perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, sampai dengan perceraian. Masalah percintaan konon juga menjadi salah satu pemicu yang sangat berat, sehingga berdampak pada terjadinya depresi dan stres.
5. Masalah Kehidupan Sosial
Hal lain yang tidak kalah penting sebagai penyebab terjadinya stress adalah akibat adanya tekanan sosial, dalam kehidupan setiap orang. Tuntutan keadaan dan zaman yang serba cepat, instan dan mudah tak jarang membuat orang menghalalkan segala cara. Tentu saja kondisi ini akan berdampak pada kondisi kejiwaan setiap orang. Belum lagi dunia media sosial yang terkesan artifisial dan palsu, karena semua ingin berlomba menampakan hal yang baik dan sempurna, padahal jauh dari realitasnya. Oleh sebab itu, menjaga dan membangun kehidupan sosial yang solid merupakan hal yang paling utama agar hidup tetap waras dan sehat secara mental. (has/ayu)
