Penyebab Gagal Adaptasi Kantor BaruAdaptasi Kantor Baru Bukanlah Perkara Mudah

Jakarta – Kesehatanmental.info – Bekerja di kantor baru rasanya merupakan hal membanggakan. Apalagi usai Anda mendapatkan pekerjaan yang memberikan jenjang karir dan kompensasi yang lebih baik. Namun faktanya, banyak pegawai gagal melakukan adaptasi di kantor baru mereka, dengan berbagai sebab. Tak jarang karena gagal melakukan adaptasi di kantor baru, pegawai yang masih belum setahun harus merelakan dirinya untuk tidak melanjutkan kontrak kerjanya.

Pada dasarnya, orang yang memasuki lingkungan baru dalam pekerjaan memiliki sejumlah tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya seputar pekerjaan dan tugas pokok fungsi saja, namun juga berkaitan dengan kemampuan adaptasi di kantor baru. Beberapa aspek seperti berinteraksi dengan atasan dan tim kerja yang kurang maksimal, perilaku yang menutup diri dan enggan membaur konon juga menjadi salah satu pemicu Anda tidak cukup diterima di kantor baru.

Berikut ini adalah lima alasan penyebab Anda gagal beradaptasi di kantor baru:

1. Kurang Memahami Budaya Kerja Kantor Baru

Saat bekerja di kantor baru dengan orang-orang yang baru pula, banyak para pegawai lupa mempelajari budaya kerja dan nilai-nilai yang berlaku di perusahaan tersebut. Kemampuan memahami budaya kerja dan nilai-nilai yang dianut oleh organisasi dan orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut, akan menjadikan Anda lebih mampu mengelola perubahan dan ketidakpastian. Perubahaan ini misalnya, pola kerja yang berbeda dengan kantor sebelumnya, cara pegawai dan atasan merespon pekerjaan dan masih banyak lagi.

2. Dihinggapi Sindrom Inferior Kompleks

Keinginan Anda untuk membuktikan bahwa Anda layak untuk bekerja di kantor baru tersebut, sedikit banyak telah menjadikan Anda berjuang habis-habisan untuk meraih simpati dan perhatian banyak orang. Tak hanya atasan Anda, perhatian tersebut juga ingin Anda dapatkan dari rekan kerja atau pun bawahan. Sayangnya, cara Anda untuk mendapatkan perhatian dan simpati tersebut justru dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Tindakan memaksakan diri ini justru hanya akan membuat Anda menjadi pribadi yang tidak ontentik dan dihinggapi oleh sindrom inferior complex. Menurut Kazuki Hirao, dari School of Health Science dari Kibi International University, Okayoma Jepang, orang-orang yang mengalami syndrome inferior compelx biasanya disebabkan oleh rendahnya kemampuan mereka dalam memaknai hal positive dalam kehidupan mereka.

3. Jarang Ikut Terlibat Kegiatan Kantor

Para pegawai baru biasanya sibuk dengan urusan pekerjaan karena ingin menunjukkan kinerja terbaiknya dengan cepat. Namun sayangnya, mereka lupa bahwa kegitan kantor merupakan sarana untuk dapat berbaur dengan rekan kerja dan orang-orang di kantor. Akibatnya, mereka menjadi kurang diterima dan sulit beradaptasi dengan orang-orang di kantor baru tersebut.

4. Selalu Membandingkan Kantor Lama

Tindakan membandingkan banyak hal baru di kantor yang baru Anda, bukanlah merupakan tindakan yang bijaksana. Alih-alih dihargai, yang terjadi justru Anda dicap sebagai pegawai yang tidak bisa move on dan beradaptasi dengan kantor yang baru. Ingatlah bahwa setiap perusahaan memiliki budaya kerja, aturan dan banyak hal yang berbeda dengan kantor yang baru. Jadi tidaklah etis, jika Anda merasa kantor baru kurang relevan dan tidak sesuai. Belajar dan terus beradaptasi merupakan cara efektif agar Anda menjadi pegawai yang lebih resilient.

5. Merasa Paling Hebat

Orang yang merasa paling hebat di kantor yang baru adalah orang yang akan gagal beradaptasi. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya, kesombongan hanya akan menjadikan setiap orang dijauhi dan dihindari oleh rekan kerja, atasan, dan tim lintas divisi. Jadi akan lebih baik jika Anda selalu bersikap rendah hati dan terus mempelajari situasi, budaya kerja, cara bergaul dan pemimpin di kantor barumu.

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *