Penyebab Gangguan Psikologis Pada Remaja

Jakarta – kesehatanmental.info – Masa remaja merupakan fase perkembangan yang sangat penting bagi setiap orang. Masa ini merupakan tahapan perkembangan dimana setiap orang akan merasakan banyak perubahan, baik secara fisik maupun psikologis atau emosional. Beberapa orang bahkan merasakan perubahan yang cukup drastis, sehingga memberikan dampak yang cukup besar dalam kehidupan maupun tumbuh kembangnya.

Menurut Hurlock, salah satu ilmuwan psikologi terkemuka menyebutkan bahwa masa remaja setiap orang mengindikasikan banyaknya terjadi krisis psikologis. Bentuk krisis ini salah satunya, berkaitan dengan masalah kualitas emosional yang belum stabil, sehingga tak jarang anak-anak pada usia remaja biasanya akan sangat rentan mengalami gangguan psikologis.

Di Indonesia, masa remaja biasanya diawali dari usia 15-24 tahun, namun dengan dunia digital yang overstimulasi ini masa remaja kini bahkan sudah masuk pada usia yang lebih dini yaitu pada kelompok usia 11-13 tahun. Usia ini sesungguhnya merupakan masa remaja awal, dimana kondisi hormonal secara fisik belum stabil dan tak jarang kemampuan mereka untuk memilah dan memilih informasi belumlah optimal. Oleh sebab itu, tak heran jika usia remaja sangatlah rentan alami gangguan psikologis. Nah inilah tiga masalah psikologis yang rentan di alami oleh remaja:

Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan pada remaja adalah kondisi mental yang ditandai oleh perasaan cemas, khawatir, atau takut yang berlebihan dan persisten yang memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Gangguan kecemasan dapat mengganggu fungsi sosial, akademik, dan emosional remaja, dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan dan berbagai gejala fisik dan psikologis.

Gangguan kecemasan pada remaja dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik, lingkungan, sosial, dan psikologis. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan hormonal yang terjadi selama masa pubertas juga dapat mempengaruhi perkembangan gangguan kecemasan pada remaja.

Oleh sebab itu, para orangtua yang memiliki anak remaja disarankan untuk mengidentifikasi dan mengatasi gangguan kecemasan pada remaja sejak dini untuk mencegah dampak negatifnya terhadap kesejahteraan mental dan emosional mereka. Selain itu, terapi psikologis, dukungan sosial, dan teknik manajemen stres seperti meditasi atau olahraga dapat membantu remaja mengatasi kecemasan mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dukungan keluarga, pendidikan tentang kesehatan mental, dan lingkungan yang aman dan mendukung juga sangat penting dalam membantu remaja mengatasi gangguan kecemasan mereka.

Gangguan Perilaku

Gangguan perilaku adalah kondisi mental yang ditandai oleh pola perilaku yang terus menerus dan menetap, yang melanggar norma sosial, norma perilaku, atau hak-hak orang lain. Gangguan perilaku pada remaja dapat mencakup berbagai jenis perilaku yang mengganggu, termasuk perilaku agresif, defian, impulsif, atau antisosial.

Gangguan perilaku pada remaja dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik, lingkungan, dan sosial. Trauma, stres, ketidakstabilan keluarga, dan pengaruh teman sebaya juga dapat berperan dalam perkembangan gangguan perilaku.

Sedangkan pengobatan untuk gangguan perilaku pada remaja, biasanya melibatkan terapi kognitif perilaku (CBT), terapi keluarga, terapi individu, atau terapi obat. Pendidikan tentang keterampilan sosial, manajemen emosi, dan pengelolaan stres juga dapat membantu remaja mengatasi gangguan perilaku mereka.

Untuk mengatasi masalah gangguan perilaku pada remaja, diperlukan kerja sama dan sinergi antara sekolah dan para orangtua. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan memberikan dukungan secara moral dan emosional kepada para orangtua, sekolah, dan komunitas dalam mengatasi gangguan perilaku pada remaja.

Gangguan Depresi

Perubahan zaman serba cepat dan distraksi yang makin tak terbendung, telah menjadikan para remaja masa kini rentan alami depresi. Bagi para remaja masa kini, banyaknya gangguan yang memicu mereka sering melakukan komparasi atau membandingkan kehidupan dirinya dengan orang lain, sedikit banyak menjadi faktor pemicu bagi terjadinya gangguan depresi.

Di sisi lain, para orangtua yang telah sibuk bekerja dan kurang memberikan perhatian atau pun waktu telah mengkompensasinya dengan memenuhi kebutuhan materinya namun melupakan kebutuhan psikologis. Tak heran, tindakan ini justru menjadikan anak remaja masa kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih rapuh dan rentah terhadap masalah kehidupan, seperti stress dan depresi.

Untuk mengatasi masalah depresi, para orangtua hendaknya menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Tentu saja agar hal ini dapat menjadikan anak-anak yang tumbuh remaja mendapatkan perhatian dan pola asuh yang memadai, sesuai dengan perkembangan zaman dan relevan.(*)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *