Pernahkah Anda meresahkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu? Atau mungkin memikirkan berbagai hal yang sebenarnya tidak berpengaruh pada kehidupan yang sedang Anda jalani. Jika anda terjebak dalam pikiran-pikiran yang sesungguhnya tidak penting dan justru menganggu pikiran, aktivitas dan kesehatan emosi Anda, maka bisa jadi Anda mengalami gangguan “Over thinking”
Disrupsi informasi dan teknologi sedikit banyak telah menjadikan kita sebagai manusia semakin dijejali oleh banyak informasi yang kadang tidak kita butuhkan. Seluruh informasi dengan mudahnya masuk ke dalam pikiran dan alam bawah sadar kita. Menariknya, tak sedikit informasi tersebut meracuni pikiran dan alam bawah sadar kita. Sejumlah informasi mengenai kekacauan hidup, sulitnya lapangan kerja, berita gosip artis, hingga politik dan entah informasi kekacauan yang sangat masif tak urung membuat pikiran kita menjadi over capacity.
Sebagai salah satu gangguan psikologis, Over thinking sejatinya menjadi pemicu terhadap sejumlah penyakit lain. Tak jarang orang yang terus-menerus over thinking akan merasa resah, gelisah, memiliki prasangka dan pikiran negatif. Selain itu, gejala lain yang terjadi pada orang-orang yang mengalami over thinking akan merasakan gangguan susah tidur atau insomnia.
Over thinking juga akan berakibat pada peningkatan asam lambung sehingga akan mengganggu sistem pencernaan kita dan menurunkan kekebalan tubuh atau imunitas. Beberapa gejala seperti mual, letih, lesu dan mudah muntah bisa jadi indikasi peningkatan asam lambung berlebih. Bahkan pada penderita penyakit kardiovaskuler dapat memicu peningkatan tekanan darah dan mengurangi efektivitas kerja jantung. Berbagai keluhan pada orang dengan gangguan psikologi berupa over thinking adalah selera makan yang kurang baik, kualitas istirahat yang rendah, dan asupan makanan yang tidak seimbang. Hal ini disebabkan oleh pikiran berlebih yang berpengaruh pada aktivitas fisik seseorang.
Menurut Profesor psikologi Miami University of Ohio Sian Beilock, PhD, over thinking dapat menjadikan defisit dalam kognitif pada otak kita. Pikiran yang mengganggu cenderung memperberat memori otak kita sehingga berdampak pada terjadinya stress yang memberatkan kerja sistem saraf di otak kita. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang sering mengalami over thinking disarankan untuk lebih fokus pada hal-hal sedang dijalaninya.
Mindfulness Meningkatan Fokus Pikiran
Untuk mengurangi dampak negatif dari over thinking para ahli kesehatan jiwa menyarankan sejumlah terapi. Berbagai terapi tersebut diharapkan dapat memberikan stimulus bagi pikiran dan emosional kita, sehingga dapat lebih mudah beradaptasi dengan kondisi ketidakpastian. Salah satu terapi yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang sering mengalami gangguan over thinking adalah menerapkan terapi mindfulness.
Terapi mindfulness pada dasarnya lebih memusatkan otak dan kognitif sebagai pusat kesadaran jiwa melalui sejumlah latihan. Bentuk latihan ini akan diarahkan pada inti dasar pusat pikiran sehingga seseorang lebih mengetahui apa tujuan hidupnya. Tak hanya itu, dalam minfulness juga akan dilatih bagaimana menjalani seluruh aktivitas serta lebih fokus pada kehidupan saat ini, tanpa harus meresahkan segala sesuatu di masa depan yang belum tentu pasti. Jika besok saja belum pasti kenapa kita harus meresahkan masa depan. (has/ayu)
