Dampak Negatif Body ShamingAwas Dampak Negatif Body Shaming

Body shaming atau ejekan bernada merendahkan dalam pergaulan sehari-hari kini makin marak. Perilaku body shaming bahkan makin menjadi kebiasaan di kalangan anak remaja, baik generasi milenial hingga generasi Z. Generasi yang kerap didentikan dengan generasi serba cepat ini, juga sering menggunakan kata-kata bernada sindiran, ejekan sampai dengan sarkastik saat berkomunikasi dengan sesama koleganya.

Body shaming belakangan makin meresahkan karena tanpa sadar digunakan oleh orang-orang untuk bercanda. Beberapa ungkapan seperti “Wah kamu kurusan” atau “Oh kamu gendut banget” atau mungkin “Kok kamu kelihatan tirus” hanyalah sebagian kecil ungkapan yang sering digunakan oleh orang-orang terdekat, ketika mengawali pembicaraan. Sekilas ungkapan tersebut seperti terdengar biasa saja, namun sebenarnya kalimat atau ungkapan tersebut dapat dikelompokkan sebagai body shaming.

Lalu apa yang dimaksud dengan body shaming? Body shaming adalah ungkapan mengejek bentuk fisik diri sendiri, orang lain atau kelompok dengan cara negatif. Pada umumnya, orang-orang yang mengalami body shaming dari orang-orang sekitarnya akan merasa rendah diri, minder dan kurang dapat menerima kondisi fisiknya. Dalam kondisi yang parah, orang-orang mengalami body shaming berlebihan biasanya menjadi lebih tertutup dan menarik diri dari orang-orang di sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh rasa rendah diri berlebihan yang terakumulasi dalam jangka waktu yang lama.

Dilansir dari Journal of Behavioral Medicine dilaporkan bahwa orang-orang yang mengalami body shaming telah mengalami perubahan sikap yang cukup drastis. Adapun sikap tersebut adalah mudah marah, cepat tersinggung, enggan membuka diri, menjadi pendiam,malas makan, dan tak jarang hingga megalami depresi.

Nah berikut ini adalah beberapa hal yang sering dilakukan orang-orang tanpa sadar sebagai bagian dari body shaming.

a. Bentuk Tubuh dan Berat Badan

Bagi sebagian orang, memiliki bentuk tubuh ideal dan berat badan proporsional adalah suatu kebanggaan. Berat badan yang ideal dan bentuk tubuh yang menakjubkan, tak jarang menjadi pemikat bagi orang lain terutama lawan jenis. Namun sayangnya, karena bentuk tubuh kurang memikat justru menjadi bahan bercanda dan inilah yang menjadi awal mula terjadinya body shaming.

b. Warna Kulit

Definisi cantik dan menarik secara umum di Indonesia ternyata masih berlaku, bahwa seseorang biasanya memiliki kulit kinclong, putih bersih tanpa cela. Padahal di beberapa negara maju, cantik justru memiliki kekhasan masing-masing. Ada yang memiliki kulit sawo matang namun tetap elegan, ada juga yang memiliki kulit hitam namun tetap terlihat menarik dan eksotis. Dalam kultur budaya Indonesia yang masih menganut cantik harus kurus, putih dan bersih konon menjadi salah satu pemicu terjadinya body shaming. Ungkapan “wah kulitmu gosong” atau mungkin “waduh kamu kok hitam banget sih” hanyalah sebagian ungkapan yang kadang sering terlontar dalam keseharian tanpa disadari. Padahal hal tersebut bisa dikatagorikan sebagai body shaming.

c. Struktur Wajah

Orang yang memiliki mata bulat nan indah, hidung mancung dan strukutur rahang yang elok serta bibir sensual kadang merupakan paduan keindahan. Namun, tentu saja tak banyak yang memiliki muka sempurna. Banyak orang kemudian melakukan operasi mempercantik bentuk dan bagian wajah agar tetap terlihat aduhai. Pada sejumlah kasus, ternyata salah satu yang melatarbelakangi mereka melakukan operasi adalah rasa percaya diri yang rendah karena bentuk tubunya. (has/alex)

By Editor

One thought on “Hati-Hati Akibat Negatif Body Shaming”
  1. Do you mind if I quote a couple of your posts as
    long as I provide credit and sources back to your weblog?
    My blog is in the very same area of interest as yours and my
    users would definitely benefit from a lot of the information you provide here.

    Please let me know if this okay with you. Many thanks!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *