Para orangtua tentu saja menginginkan pendidikan yang terbaik bagi sang buah hati. Namun kadangkala karena keinginan yang terlalu berlebihan justru telah menjadikan para orangtua melupakan bahwa menyekolahkan anak terlalu dini, malah membuat anak-anak menjadi terbenani.
Pendidikan yang memadai dan tepat guna, sangatlah penting dalam mendukkung perkembangan anak-anak sejak usia dini. Bentuk perkembangan ini, tak hanya secara fisik, namun juga perkembangan mental, sosial dan emosional. Anak-anak yang dalam fase tumbuh kembangnya cenderung dipaksakan untuk matang sejak dini, justru akan memiliki kemampuan sosial dan emosional tidak optimal. Bahkan dalam beberapa kasus, anak-anak yang dipaksakan oleh orangtua untuk bersekolah terlalu awal, justru memengaruhi perkembangan sosial emosional mereka.
Beberapa kasus di lapangan bahkan ditemukan bahwa anak-anak yang dipaksakan oleh orangtuanya untuk bersekolah terlalu awal, atau tidak sesuai dengan ketentuan usia yang dipersyaratkan, banyak mengalami stres. Bentuk stres yang dialami oleh anak-anak di usia dini ini pun juga cukup beragam. Manifestasi dari stres yang dimunculkan oleh anak-anak yang terlalu dini masuk sekolah misalnya, menjadi menutup diri, kurang suka bergaul dan memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Menurut Dr. Stephanie Licthenfeld, Ilmuwan Psikologi dari Durham University, aspirasi atau keinginan orangtua yang cenderung memaksakan anaknya untuk bersekolah lebih awal, hendaknya dikonfirmasi terlebih dahulu pada sang anak. Hal ini sangat penting, karena jika dipaksakan akan berdampak pada beban emosional dan psikis anak.
Rawan Potensi Korban Bullying
Anak-anak yang lahir dari generasi saat ini cenderung dibesarkan dengan kecukupan gizi yang memadai. Situasi ini, tentu saja berdampak pada intelegensi dan kemampuan kognitif anak. Anak-anak dalam situasi dan zaman sekarang karena memiliki gizi baik, biasanya memiliki intelegensi di atas rata-rata atau bahkan tergolong anak yang cerdas.
Para orangtua awalnya sangat senang, karena anak mereka cerdas secara kognitif dan dapat membaca, menulis atau pun berhitung di usia dini. Namun, dalam banyak kasus dampak negatif jika mereka disekolahkan terlalu dini justru berakibat mereka mudah bosan. Tak hanya itu, anak-anak juga akhirnya tidak mampu mengimbangi kemampuan mereka untuk bersosialisasi dengan teman-teman di sekolah. Alih-alih senang, anak-anak justru kecewa karena merasa tersisihkan dari teman-temannya disekolah. Adanya gap usia, ditengarai menjadi salah satu sebab yang menjadikan anak-anak kurang mampu beradaptasi dengan teman sekolahnya.
Hal lain yang cukup meresahkan jika anak-anak disekolahkan terlalu awal, adalah terjadinya tendensi bullying atau perisakan pada anak-anak tersebut. Fakta di lapangan ditemukan bahwa anak-anak yang tidak bisa beradaptasi dan kurang cakap bergaul dengan teman-teman mereka di kelas maupun di sekolah mendapatkan tekanan sosial dari teman-temannya, berupa ejekan, cacian bahkan bullying. Oleh sebab itu, disarankan pada para orangtua untuk memikirkan masak-masak jika ingin menyekolahkan anak lebih awal. Pastikan bahwa anak-anak bersedia dan ingin beradaptasi dengan teman-temannya saat menjalani pendidikan. (has)
