Jakarta – kesehatanmental.info – Memiliki karir cemerlang dan terus menanjak adalah idaman hampir semua orang. Apalagi jika kamu telah berada di bidang yang tepat sekaligus kamu menyukainya. Namun persoalannya akan semakin rumit jika kamu tidak betah berkarir di bidang yang sedang kamu tekuni saat ini. Bukan hanya berdampak buruk pada pekerjaan yang tidak akan berkinerja baik, saat kamu tidak menikmati pekerjaanmu, biasanya akan berdampak negatif juga pada kehidupan pribadimu. Tak jarang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadimu, nyatanya akan makin terganggu.

Dilansir dari Forbes internasional, salah satu masalah paling sering dialami oleh mayoritas dalam pekerjaanya adalah keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Tak hanya itu, mereka juga akan mengalami banyak masalah dalam hal penyesuaian pada lingkungan dunia kerja yang kompetitif. Nah berikut ini adalah lima hal yang bisa menghancurkan karir dan pekerjaanmu:

Ketrampilan Tidak Relevan Lagi

Ketika kamu sudah merasa paling bisa dan tidak bersedia terus menyesuaikan atau beradaptasi dengan lingkungan kerja, maka sebenarnya kamu telah kehilangan kesempatan untuk berkembang. Apalagi jika kamu tidak bersedia untuk belajar skill dan ketrampilan baru, di tengah pesatnya kemajuan zaman yang kini kian sulit dibendung oleh siapapun. Teknologi yang makin canggih, distraksi yang makin sulit seolah menjadikanmu makin tertinggal jika kamu tidak upgrade skill kamu. Skill ini bisa berupa kemampuan teknis dan soft skill seperti leadership, kemampuan komunikasi dan problem solving serta berpikir kritis yang justru sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. Jadi mulai sekarang cobalah investasikan waktu dan sedikit uangmu untuk belajar hal baru, mengikuti pelatihan dan jangan lupa untuk memperluas jaringan sosial maupun profesionalmu.

Tidak Memiliki Tujuan Jelas

Memiliki pekerjaan yang mapan dan pasti adalah hal yang baik. Namun, tahukah kamu bahwa zaman dan peradaban akan terus berubah. Bahkan di tengah gempuran teknologi yang kian sulit untuk dilawan saat ini. oleh sebab itu, rasanya tidak salah jika kamu harus memiliki tujuan yang jelas dalam karir maupun pekerjaanmu. Jika tujuan utamamu bekerja adalah uang, maka seiring waktu akan terhempas oleh orang-orang terampil yang terus mengejar di belakangmu. Untuk mendukung karirmu makin sukses, usahakan memiliku tujuan jangka pendek, maupun tujuan jangka panjang yang jelas. Tujuan karir yang terukur akan membuatmu mampu untuk mengatur langkah dan peta jalan untuk menuju tujuan karirmu. Misalnya, kamu ingin menjadi direktur marketing di perusahaan consumer goods. Maka hal penting yang harus kamu lakukan adalah mecoba menyusun jalan karir yang mampu mendukungmu menjadi direktur marketing tersebut, terutama di industry consumer goods, mulai dari staf, manager, general manager hingga bisa ke jenjang direktur.

Takut Mengambil Resiko

Untuk terus maju dalam karir dan pekerjaan memang dibutuhkan keberanian. Bentuk keberanian ini salah satunya adalah berani mengambil resiko untuk bisa terus bergerak maju ke depan dalam karirmu. Apalagi jika kondisi kantormu juga kurang mendukung karirmu. Jadi cobalah untuk berani ambil resiko mengambil peluang baru bekerja di tempat lain, asalkan kamu telah menghitung seluruh resikonya. Jangan takut untuk membuat kesalahan karena dari kesalahan itu, kamu akan belajar bagaimana mencapai tujuan karimu.

Kurang Membangun Jaringan dan Relasi Profesional

Membangun jaringan dan relasi profesional akan membantumu dalam menemukan potensi dan pekerjaan baru. Bahkan jika kamu adalah pengusaha, tak jarang banyak bisnis yang bisa lahir dan diperoleh dari relasi dan jaringan profesional di sekitarmu. Semakin luas jaringan profesionalmu, maka akan semakin besar kemungkinanmu untuk bisa mencapai tujuan karir dan pekerjaanmu. Bayangkan saja, kamu bisa mendapatkan lowongan kerja dari sabatmu, atau dari rekan relasi yang merekomendasikanmu. Pastinya akan menjadi lebih lancar proses mencapai jenjang karimu bukan.

Tidak Disiplin dan Konsisten

Konsistensi dan disiplin adalah kunci utama seseorang dapat sukses dalam pekerjaan dan karirnya. Jika kamu sering menunda-nunda pekerjaan dan tidak konsisten, maka jangan harap kamu akan suskes dalam karir dan pekerjaanmu. Apalagi jika kamu mudah menyerah pada masalah dan tantangan, maka jangan harap kamu bisa sukses dan mencapai tujuan karirmu. Bayangkan saja kamu sudah bekerja 10 tahun di tempat yang sama, lalu tiba-tiba kamu kena lay off atau pemutusan hubungan kerja tanpa persiapan yang matang. Bisa jadi kamu hanya akan makin stress dan depresi karena terus menyalahkan perusahaan, tanpa mecoba untuk introspeksi diri. Bisa jadi kamu terkena lay off karena tidak disiplin, tidak fokus dan sering menunda pekerjaan. Jadi mulailah dari sekarang untuk konsisten mengembangkan diri. (*)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *