Gagal Mengelola Rasa Marah

Jakarta – kesehatanmental.info – Kemarahan merupakan bagian dari emosi yang wajar terjadi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan yang jauh antara realita dan ekspektasi, pada banyak hal dalam hidup ini. Perbadaan yang jauh ini, sedikit banyak telah menjadikan seseorang merasa kecewa, tidak puas dan akhirnya melampiaskan kemarahan. Bahkan tak jarang, rasa marah yang terlihat terkesan agresif dan kasar.

Howard Kassinove, PhD, ABPP, profesor psychology dari Hofstra University menyatakan bahwa kemarahan merupakan respon dari berbagai hal yang tidak sesuai dengan harapan. Tak jarang emosi kemarahan ini juga berdampak pada rasa tidak puas dan emosi negatif dalam diri seseorang.

Nah berikut ini adalah lima penyebab seseorang bisa terkena Anger Issue Disorder:

1. Gangguan Depresi

Orang-orang yang mengalami gangguan depresi, lebih banyak berpotensi mengalami anger issue disorder. Rasa marah dan kecewa yang terlalu dalam, akhirnya berakibat pada kemarahan yang bersifat mendalam. Tak hanya itu, rasa marah ini juga mengakibatkan perubahan perilaku emosi negatif yang akhirnya kurang tepat. Namun sangatlah perlu disadari, bahwa menekan rasa marah bukanlah bagian yang tepat. Jika dibiarkan terlalu lama, menekan rasa marah justru hanya akan menjadikan emosi seseorang kurang stabil. Akibatnya, ketika suatu saat seseorang marah maka akan cenderung meledak dan merugikan diri sendiri, maupun orang sekitarnya.

2. Kecemasan atau Anxiety

Orang-orang yang mudah cemas, akan berdampak para kemampuannya dalam mengelola rasa marah. Beberapa kasus, kemarahan akibat kecemasan atau anxiety cenderung berdampak kurang baik bagi diri sendiri, maupun orang lain di sekitarnya. Pada dasarnya, orang yang memiliki gangguan kecemasan akan sulit mengelola rasa marah dengan baik, karena orang tersebut mudah khawatir dengan berbagai hal yang kadang belum terjadi.

3. Gangguan Bipolar

Para penderita gangguan bipolar, memiliki ketidakseimbangan hormonal di dalam otak, sehingga memicu terjadinya perubahan suasana atau mood swing. Perubahan mood yang terjadi tanpa diduga ini, tentu saja menjadi salah satu sebab seseorang mengalami gangguan terhadap pengelolaan emosi diri. Termasuk salah satunya adalah gangguan dalam mengelola emosi negatif, berupa rasa marah.

4. Ketergantungan Alkohol

Orang-orang yang memiliki ketergantungan terhadap penggunaan alcohol, sangat berpotensi besar kurang mampu mengelola rasa marah dengan tepat. Tak jarang, orang-orang yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap minuman beralkohol ini, menjadi sangat mudah marah, ketika terjadi sesuatu di luar harapan mereka. Marah,kecewa dan agresif, serta sering menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalahnya. Oleh sebab itu, para pecandu alcohol harus menjalani rehabilitasi dan melakukan terapi, agar dapat mengelola kemarahan dengan tepat.

5. Lingkungan Tidak Supportif

Keberadaan lingkungan yang mendukung atau suportif sangatlah penting bagi kejiwaan setiap orang. Orang-orang yang terluka bathin dan psikisnya, akibat dukungan lingkungan dan support system yang tidak memadai, seringkali berakibat pada rendahnya kemampuan dalam mengelola emosi negatif seperti rasa marah. Faktanya, orang-orang yang lahir dan tumbuh dewasa dari keluarga broken home, menjadi lebih mudah marah dan kurang mampu mengontrol emosi diri dengan cukup baik. Hal ini dikarenakan, terdapat tugas perkembangan di usia tertentu mereka yang belum selesai, atau bahkan inner child mereka yang bermasalah.

Nah demikalah lima hanya yang dapat memicu terjadinya gangguan mengelola rasa marah pada seseorang. Jadi mulai saat ini, berhati-hatilah dalam mengelola rasa marah, agar tidak membawa petaka. Tak hanya diri sendiri yang rugi, bahkan orang terdekat pun bisa jadi dirugikan. (hasis/alex)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *