Jakarta – kesehatanmental.info – Mengalami luka bathin psikologis bukanlah perkara mudah. Apalagi jika luka bathin tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama, sehingga menggangu kehidupan kita tanpa kita sadari. Tak jarang, orang-orang yang menderita luka bathin, mengalami hidup yang tidak membahagiakan, menyedihkan dan bahkan lebih banyak tersakiti.
Orang-orang yang memiliki luka bathin, tanpa kita sadari berpotensi menyakiti orang lain. Oleh sebab itu, sangatlah penting kiranya untuk memahami apa saja penyebab luka bathin sehingga dapat berdampak buruk bagi kehidupan kita saat ini, yang sangat mungkin disebabkan oleh sejumlah peristiwa masa lalu kita.
Menurut Alexander Haslam, ilmuwan Psikologi dari University of Queensland, kondisi sosial memiliki peran yang cukup besar menjadi pencetus terjadinya luka bathin. Hal ini juga dipengaruhi oleh tuntutan sosial yang kadang menjadi tekanan sendiri bagi setiap orang. Beberapa tuntutan sosial gaya hidup konsumtif, hendonisme dan terjadinya flexing melalui media sosial juga turut serta berkontribusi terhadap makin parahnya tekanan psikis bagi seseorang. Akibatnya orang berloma-lomba ingin terlihat baik dan menawan, padahal hidup tak selamanya baik-baik saja.
Nah berikut ini adalah lima jenis penyebab luka bathin pada diri Anda:
1. Rejection atau Penolakan
Orang-orang yang ditolak seringkali merasakan rasa sakit yang cukup dalam. Bayangkan saja saat kita tidak dikehendaki oleh orang-orang di sekitar kita, mulai dari orangtua, sodara, pasangan, sahabat atau bahkan teman sekalipun menjadikan kita merasa kurang berharga. Rasa kurang berharga ini jika dipendam terlalu lama dan diabaikan justru akan berdampak negatif bagi kondisi kejiwaan seseorang. Tak jarang, akibat penolakan seseorang menjadi enggan bertindak dan takut berbuat salah. Akibatnya, mereka mengalami trauma saat berinteraksi dengan orang lain karena takut disalahkan dan dianggap tidak berharga.
2. Diabaikan
Orang-orang yang diabaikan oleh lingkungan dan orang-orang di sekitarnya dalam banyak kasus, justru merasakan dirinya kurang berarti. Fakatanya, orang yang diabaikan justru menjadi individu yang sangat tergantung dengan orang lain seperti orangtua, sodara, sahabat atau lainnya. Rasa diabaikan yang dialami, telah menjadikan seseorang mengalami luka bathin dan takut sendirian. Namun, dalam kasus yang ekstreem orang yang diabaikan justru menjadi sosok yang over independent atau terlalu mandiri. Akibatnya, justru berdampak pada kepekaan sosialnya yang justru sangat rendah.
3. Dipermalukan atau Humiliation
Orang-orang yang dipermalukan secara fisik dan psikis biasanya akan semakin menarik diri dari lingkungannya. Rasa trauma yang disebabkan oleh tindakan dipermalukan atau direndahkan melalui kekerasan fisik dan verbal menjadikan seseorang makin terpuruk dan menutup diri dengan lingkungan maupun orang-orang sekitarnya.
4. Pengkhianatan atau Betrayal
Siapa yang tidak sakit hati dengan pengkhianatan? Hampir semua orang pasti merasa sakit hati dan kesal jika dikhianati oleh orang-orang terdekatnya. Bayangkan saja jika Anda dikhianati oleh pasangan dengan selingkuh, atau mungkin dikhianati sahabat dengan bertindak curang. Tentu saja situasi ini akan membekas dalam pikiran dan bathin Anda. Bahkan jika pengkhianatan ini terlalu mendalam, bisa berdampak sangat jauh bagi kehidupan seseorang. Orang-orang mengalami pengkhiatan biasanya akan tumbuh menjadi individu yang kasar, abusive secara verbal dan tak jarang tanpa sadar mereka melakukan kekerasan fisik sebagai respon atas ketakutan jika dikhianati orang lain lagi.
5. Ketidakadilan atau Injustice
Ketidakadilan merupakan bagian yang akan ada dalam hidup ini. Keadilan sesungguhnya menempatkan segala sesuatu pada porsinya. Namun, sayangnya keadilan justru tidak dapat diterapkan secara ideal. Orang-orang yang mengalami ketidakadilan akan cenderung mengalami over thinking atau rasa cemas berlebih, bekerja berlebihan dan tak jarang menjadi people pleaser atau berusaha menyenangkan semua orang yang justru menyakiti diri sendiri. Oleh sebab itu, tidaklah disarankan untuk menjadi people pleaser apa pun alasannya.
Nah itulah lima hal penyebab luka bathin pada seseorang. Jika Anda mengalami luka bathin dalam jangka waktu yang lama dan berdampak pada kehidupan personal maupun profesional, ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan profesional seperti Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan pertolongan, serta mencari solusi bersama. (hasis/yudha)
