Secara umum fase perkembangan anak dapat dibagi menjadi sejumlah tahapan. Sigmund Freud Ahli dan Ilmuwan Psikologi asal Austria, membagi ke dalam empat fase. Adapun fase tersebut adalah fase oral, fase anal, fase falis dan fase laten. Pada masing-masing fase ini memiliki karakteristik perilaku masing-masing yang dapat kita amati dan lihat. 

Fase oral merupakan fase awal dengan rentang usia anak 0-1 tahun. Seorang anak pada kelompok ini akan menunjukkan perilaku seperti lebih suka menggigit jari, memasukan semua benda ke mulut dan bahkan belajar bicara. Sedangkan pada fase anal dengan rentang anak usia 1-3 tahun, fungsi organ anal akan semakin optimal dan para orangtua akan mulai berusaha mengajarkan untuk buang air besar (toilet training). 

Pada fase ketiga yaitu fase falis dengan usia 3-6 seorang anak akan mulai mengekspos kelaminnya. Anak-anak akan sudah mulai mengidentifikasi kelaminnya. Beberapa tindakan terkait kelaminnya akan sering dilakukan seperti mempertanyakan pada orangtuanya, dan menjadi sarana untuk mengembangkan super ego. 

Fase keempat adalah fase laten dengan rentang usia 6-12 tahun. Fase ini merupakan perubahan laten karena anak-anak selain memunculkan perkembangan biologis juga akan mulai mengembangkan psikososialnya.

Nah, Mom…dari keempat fase ini sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami bahwa seluruh tahapan memiliki karakteristik masing-masing. Karenanya jangan pernah membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya karena setiap anak adalah unik dan memiliki karateristik masing-masing.

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *