Kepribadian ganda merupakan salah satu bentuk gangguan psikologis yang dapat berakibat buruk pada kehidupan seseorang. Selain dapat merugikan diri sendiri, orang-orang memiliki kepribadian ganda bisa juga merugikan orang lain, keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Seperti dilansir dari Cleveland Clinic lebih dari 90 persen penderita gangguan psikologi berupa kepribadian ganda disebabkan oleh faktor kekerasan. Kendati demikian, beberapa penyebab lain seperti rasa kehilanga orang-orang yang disayangi, bencana alam yang sangat hebat, konflik peperangan dan pertumpahan darah, serta pengalaman buruk masa kecil, dapat menjadi penyebab munculnya gangguan kepribadian ganda pada seseorang. Berbagai penyebab tersebut mampu menjadikan kondisi traumatis yang berkepanjangan, sehingga berkontribusi pada gangguan kepribadian ganda.
Secara umum sampai saat ini para ahli jiwa, psikiater dan psikolog masih menyatakan bahwa gangguan kepribadian ganda memiliki sejumlah gejala. Gejala tersebut diantaranya adalah terjadinya amnesia, mengalami delusi dan orang disekitarnya terasa tidak nyata, kesulitan mengenali identitas diri sendiri, tidak mampu mengontrol emosi dan sering mengalami masalah dengan orang lain.
Orang-orang dengan gangguan kepribadian ganda akan sulit mengontrol emosinya sehingga berdampak pada kemampuan regulasi dirinya. Dalam banyak kasus, penderita gangguan kepribadian ganda akan sering mendapatkan masalah dengan orang lain. Tak hanya itu, penderita ganggan kepribadian ganda ini juga lebih sering mengalami stres yang berlebihan, bahkan hingga ke taraf depresi.
Gejala fisik yang dapat diamati dan merupakan bagian dari komplikasi penderita gangguan kepribadian ganda adalah anxiety, gangguan tidur dan insomnia, depresi dan sakit kepala yang cukup berat. Sementara itu, orang-orang dengan gangguan kepribadian ganda ini juga akan menarik diri dari lingkungan sosialnya serta tak jarang menjadi menutup diri terhadap orang lain. Bahkan pada fase yang cukup berat, para penderita gangguan kepribadian ganda ini bisa memilki keinginan untuk melakukan bunuh diri, dengan berbagai hal yang melatarbelakanginya. Sungguh berbahaya bukan?
Menurut American Psychology Association, Multiple Personality Disorder atau biasa disebut gangguan kepribadian banyak dialami oleh kaum perempuan. Satu dari sepuluh wanita yang mengalami kekerasan masa kecil, dan berujung pada trauma berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan psikologi berupa kepribadian ganda. Karena itu, perawatan kepada para penderita gangguan kepribadian ganda ini, hendaknya dilakukan secara berkesinambungan.
Perawatan dan Terapi Penderita Gangguan Kepribadian Ganda
Agar tidak semakin bertambah parah, dan berdampak bagi kehidupannya, penderita gangguan kepribadian ganda hendaknya menjalani perawatan dan terapi dengan psikiater, dokter jiwa, psikolog dan terapis. Bentuk terapi juga disesuaikan dengan tingkat keparahan setiap individu. Tujuan dari perawatan masalah kepribadian ganda adalah untuk meredakan gejala dan memastikan keselamatan individu dan orang di sekitar, serta menghubungkan kembali kepribadian yang berbeda menjadi satu identitas yang terintegrasi dan berfungsi dengan baik.
Metode pengobatan yang biasanya digunakan untuk orang yang menderita kepribadian ganda adalah psikoterapi. Psikoterapi yang dilakukan pun akan melalui metode jangka panjang.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa psikoterapi sendiri hanya bersifat membantu penderita untuk memahami kondisi yang saat ini tengah dialaminya agar di kemudian hari, diharapkan penderita bisa mengatasi kondisi tersebut. Pengobatan dengan menggunakan jasa psikiater ini pun bisa melakukan hipnoterapi untuk membantu mengendalikan perilaku tidak normal dan membuat hasil dari psikoterapi menjadi lebih efektif.
Dalam beberapa kasus, dokter akan memberikan resep obat seperti antidepresan, obat penenang dan obat antipsikotik untuk meredakan kecemasan dan gangguan kepribadian yang berlebihan. Tujuan dari pemberian obat ini agar dapat merangsang pengelolaan diri dan meningkatkan kontrol terhadap emosi penderita. (has/ayu*)
