Dalam keadaan terdesak dan situasi yang mengejutkan terkadang beberapa orang mengalami serangan panik atau panic attack yang berlebihan. Kondisi ini biasanya akan ditandai dengan berbagai bentuk manifestasi gejala fisik maupun psikologis.

Adapun beberapa manifestasi gejala fisik pada orang-orang yang mengalami gangguan panic attack adalah jantung berdebar dengan kencang dengan frekuensi yang cepat, keluar keringat dingin cukup banyak. Pada beberapa kasus, penderita serangan panik atau panic attack akan merasakan perut terasa mual, sensasi kehabisan nafas, bahkan tak jarang akan merasakan sesak, sehingga penderita akan mengalami kesulitan ketika bernafas.

Pada penderita gangguan serangan panik atau panic attack seseorang akan merasakan hilangnya fokus dan kesadaran. Gejala ini dapat ditandai dengan kepala pusing, mata berkungang-kunang, hilangnya keseimbangan tubuh, sehingga tak jarang dapat berakibat pingsan.

Sementara itu, gejala yang besifat psikologis adalah terjadinya depersonalisasi, perasaan terpisah dan tidak mampu mengontrol kesadaran diri. Hal ini disebabkan oleh sejumah faktor pencetus yang menjadi penyebab utama seseorang dengan cepat didera oleh serangan panik atau panic attack.

Dilansir dari American Psychology Association, serangan panic attack lebih rentan dialami oleh para wanita. Bahkan wanita memiliki resiko dua kali lipat alami serangan panic attack jika dibandingkan dengan pria. Pada beberapa orang panic attack dapat berakibat fatal karena dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Tak jarang, karena serangan panik, kehidupan keseharian menjadi terganggu. Misalnya, saat terkejut dan panik saat berkendara, yang bersangkutan menjadi sulit fokus, dan kurang konsentrasi, sehingga bisa berakibat fatal karena terjadi kecelakaan. Contoh lain misalnya, karena serangan panik tiba-tiba tubuh menjadi semakin lemas dan linglung, sehingga mudah ditipu orang tak dikenal.

Mengatasi Panic Attack

Untuk mengatasi serangan panic attack dapat dilakukan beberapa tindakan seperti berikut ini:

1. Fokus Menangkan Diri

Memahami seluruh respon yang ada di sekitar kita, berusaha menangkan diri dengan berlatih meditasi dapat membantu Anda mengurangi akibat negatif dari panic attack. Melalui cara ini, seseorang akan lebih mudah memfokuskan diri pada pikiran dan perasaan, sehingga tetap dapat fokus dalam mengendalikan diri, saat terjadi serangan panic attack.

2. Cognitive Therapy

Sejumlah pakar masih menggunakan terapi kognitif, untuk mengurangi dampak negatif terjadinya serangan panik atau panic attack. Dalam banyak kasus, terapi ini sangat membantu seseorang untuk mengelola pikiran negatif dan respon berlebihan ketiga terdapat faktor pemicu terjadinya serangan panik. Terapi ini biasanya dilakukan oleh psikolog klinis atau psikiater yang sudah berpengalaman.

3. Melakukan Relaksasi

Saat terjadi serangan panik atau panic attack, otot menjadi tegang, jantung terasa berdebar, dan tak jarang keluar keringan dingin. Oleh sebab itu, latihan relaksasi sangatlah disarankan bagi penderita gangguan panic attack. Melalui meditasi diharapkan seseorang dapat melatih keseimbangan antara pikiran dan perasaan. (has)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *