Jakarta – kesehatanmental.info – Memiliki bayi yang sehat dan tumbuh dengan baik adalah dambaan bagi semua orangtua. Namun, sayangnya tidak semua bayi dapat lahir dengan normal karena sejumlah alasan, baik alasan medis atau kesehatan, alasan keselamatan dan alasan lainnya. Oleh sebab itu, para orangtua hendaknya berhati-hati ketika sedang mengandung anak mereka, terutama bagi sang ibu. Sejumlah penelitian dilansir dari mayo clinic, menyatakan bahwa bayi yang lahir dari orangtua dengan gangguan psikologis seperti mudah cemas, stress dan depresi akan berdampak buruk bagi kondisi emosi sang bayi saat lahir. Terlebih ketika bayi tersebut lahir dalam kondisi premature.

Pada bayi yang lahir premature, terdapat banyak resiko fisik maupun psikologis yang akan berdampak pada tumbuh kembangnya. Tak hanya itu, bayi yang lahir premature juga beresiko mengalami gangguan emosi dan respon bicara di usia balita. Nah berikut ini adalah sejumlah dampak pada bayi yang lahir premature:

Gangguan Perkembangan Kognitif dan Bahasa

Bayi prematur berisiko mengalami keterlambatan dalam perkembangan kognitif dan bahasa. Ini bisa memengaruhi kemampuan mereka dalam belajar, berkomunikasi, dan berkonsentrasi di sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir prematur lebih mungkin mengalami kesulitan dalam memahami instruksi, memori jangka pendek, serta kemampuan menyelesaikan masalah. Lebih dari itu, bayi yang lahir premature juga memiliki kemungkinan besar mengalami keterlambatan bicara atau speech delay, dikarenakan oleh perkembangan kognitif yang terhambat.

Masalah Perilaku dan Emosional

Anak-anak prematur memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami masalah emosional seperti kecemasan, depresi, atau ADHD. Mereka juga cenderung lebih sulit beradaptasi dengan lingkungan sosial dan mungkin mengalami masalah perilaku seperti impulsivitas atau agresivitas dibandingkan anak yang lahir cukup bulan. Tak hanya itu, anak-anak yang lahir premature juga berpotensi mengalami gangguan dalam kemampuannya untuk meregulasi emosinya. Jadi jangan heran jika bayi premature yang tumbuh hingga balita, terkadang cukup sulit untuk mengungkapkan ataupun mengekspresikan emosinya. Menangis terlalu keras, mudah tersinggung, dan sering tantrum adalah bagian indikasi anak-anak yang memiliki masalah dalam perilaku dan emosional.

Stres dan Kecemasan Orang Tua yang Berdampak pada Anak

Orang tua dari anak prematur sering mengalami tingkat stres yang tinggi karena kekhawatiran terkait kesehatan anak. Stres dan kecemasan orang tua bisa berdampak pada anak dalam bentuk pengaruh emosional yang kurang positif, seperti kurangnya rasa aman atau merasa kurang diperhatikan. Selain itu, orangtua yang cemas memiliki tendensi lebih agresif saat mengasuh dan mebersarkan anak-anaknya. Kondisi ini akhirnya berakibat pada makin kemampuan anak yang kurang baik dalam mengelola emosinya, karena orangtuanya sering melampiaskan amarah akibat cemas berlebihan.

Resiliensi dan Dukungan Sosial yang Lemah

Anak yang lahir prematur mungkin membutuhkan dukungan lebih banyak dalam mengembangkan resiliensi atau daya tahan psikologis. Hal ini membuat mereka lebih membutuhkan dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan sosial untuk membantu mereka menghadapi tekanan hidup yang mungkin lebih berat dibandingkan anak lainnya. Lebih dari itu, anak-anak yang lahir premature dari keluarga kurang mampu biasanya orangtua mereka kurang memperhatikan masalah-masalah mendasar dalam psikologi mapun perkembangannya. Akibatnya, anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang sangat tertutup, menarik diri, sampai dengan enggan bersosialisasi dengan orang-orang sekitarnya. Tentu saja kondisi ini sangatlah tidak baik bagi perkembangan kejiwaan mereka, karena kematangan sosialnya tidak optimal.

Nah itulah sejumlah resiko yang terjadi jika anak lahir premature, jika dikaitkan dengan dampaknya secara psikologis. Tentu saja hal ini akan berdampak dalam jangka panjang bagi kehidupan anak, hingga tumbuh dewasa. Oleh karena itu, para orangtua hendaknya waspada dan memberikan perhatian khusus bagi anak-anak yang lahir premature. (*)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *