Cara Ampuh Mengtasi Patah HatiMengatasi Patah Hati Bagi Remaja dan Dewasa Awal

Memiliki pacar atau pasangan yang dapat diajak berbagi dalam suka dan duka memang menyenangkan. Pacar atau pasangan yang dimiliki, paling tidak dapat membantu agar saling bertumbuh satu dengan yang lain, baik secara personal maupun emosional. Namun, dunia serasa akan usai saat kita harus menelan pil pahit, putus cinta dari sang pacar atau pujaan hati.

Bagi remaja yang sedang beranjak dewasa, hubungan lawan jenis memang hal yang lumrah. Apalagi pada fase ini seseorang sedang mencari jati diri dan konsep mengenai diri mereka sendiri. Oleh sebab itu, pengakuan dari teman-teman dalam kelompoknya atau groupnya menjadi sangat penting karena berkaitan dengan eksistensi dan jati diri yang sedang mereka yakini.

Bagi para orangtua, memiliki buah hati yang sedang gencar-gencarnya membutuhkan validasi, pengakuan dan jati diri bukanlah hal yang mudah. “wah kamu usia sudah 20-an masa gak punya pacar sih, gak keren banget”. Mungkin ungkapan ini sering dijadikan joke atau bahan bercanda pada anak-anak remaja zaman sekarang. Sekilas memang terkesan bahan bercanda, namun sejatinya menyimpan makna mendalam yang dapat melukai perasaan dan jiwa yang bersangkutan.

Nah berikut ini adalah tips bagi para orangtua dalam menghadapi masa peralihan anak-anaknya ketika sedang mengalami masa-masa patah hati menurut Deborah, PhD dilansir dari Psychology Today:

1. Ajak Bicara Secara Personal

Mengalami patah hati bukanlah hal mudah, apalagi pada usia yang relative muda dan masih pada masa peralihan. Para orangtua dapat memberikan saran dan mengajak anak remaja dan dewasa awal mereka untuk bicara dari hati ke hati sehingga mereka merasa lega.

2. Validasi Emosi dan Kesedihannya

Orangtua dapat melakukan validasi pada kesedihan anaknya dengan mendengarkan keluhan anaknya. Terkadang, tanpa harus berkomentar mengenai hubungan mereka pun anak-anak pada usia ini merasa cukup ditemani. Selain itu, para orangtua juga disarankan untuk tidak menghakimi anaknya saat putus cinta karena emosi mereka sedang labil. Jika tidak mampu memberikan solusi, cukup dengarkan keluh kesahnya, dan peluk erat rasa sedihnya, serta berikan dukungan padanya.

3. Ajaklah Anak Melakukan Aktivitas di Luar Ruangan

Melakukan aktivitas di luar ruangan dengan berolah raga bisa jadi salah satu upaya, agar anak remaja yang sedang galau dapat teralihkan kesedihannya. Remaja yang sedang galau ini sedikit banyak dapat mengubah fokusnya sejenak, bukan hanya pada masalah kesedihan percintaanya saja. Selain itu, aktivitas outdoor seperti olah raga justru menambah produksi hormone endorphin dan oksitosin yang meningkatkan kebahagiaan.

4. Ajarkan Anak Meditasi

Meskipun sekilas meditasi tidak bisa menhapus rasa sakit patah hati, akan tetapi aktivitas ini dapat menjadikan pikiran dan emosi lebih tenang. Karenanya, mengajarkan anak melakukan meditasi bisa jadi salah satu opsi agar anak remaja bisa fokus menentukan langkah hidup selanjutnya.

5. Cari Bantuan Profesional

Jika kondisi sudah mulai mengkhawatirkan dan anak remaja Anda sudah terganggu dalam kehidupan kesehariannya, seperti mengalami insomnia, sering melamun, susah tidur dan kesulitan fokus maka tidak ada salahnya untuk mengajak buah hati yang sedang patah hati berkonsultasi dengan professional. Para psikolog dan psikiater yang sudah terlatih dan pengalaman, setidaknya dapat membantu buah hati Anda menangani masalah patah hati dengan berbagai intervensi psikologis dan kejiwaan yang tepat. (has)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *