Seorang bos toxic di kantor dan berada dalam lingkaran pekerjaan Anda adalah hal yang merepotkan. Para bos toxic biasanya akan terus menekan bawahannya dan tidak mau peduli dengan kondisi, situasi atau pun yang sedang dihadapi oleh team dalam unit kerjanya. Tak jarang, para bos toxic ini akan terus berupaya mencari kesempatan dalam kesempitan atau bahkan selalu memanfaatkan seluruh situasi untuk keuntungan pribadinya.

Seperti dilansir dari psychologytoday para bos dengan kecenderngan sikap toxic biasanya juga tidak konsisten antara ucapan dan perbuatan. Tak jarang mereka selalu berdalih dan mencari alasan ketika sedang mendapati masalah dalam pekerjaan. Para toxic bos juga akan lebih sering mengandalkan orang lain, bawahan, atau bahkan tanpa segan melempar pekerjaan kepada orang lain, padahal itu adalah pekerjaanya.

Nah…berikut ini adalah beberapa ciri khas toxic boss yang perlu diwaspadai ketika Anda bekerja:

1. Emosional dan Kurang Bisa Mengendalikan Diri

Ciri penting yang mudah dibaca dan dikenali dari para bos toxic ini adalah kemampuan mereka yang rendah dalam meregulasi emosinya. Mereka akan mudah marah-marah tanpa sebab yang jelas, padahal yang terjadi hanyalah masalah kecil dan sederhana saja. Akibatnya, dia sering menolak gagasan Anda, sering marah -marah, memberikan target yang realistis dan selalu merasa superior.

2. Pragmatis dan Oportunis

Si Bos Toxic ini juga memiliki ciri khas yang sangat kental dan bisa diamati polanya. Dalam banyak kasus, para bos toxic ini akan selalu mencari keuntungan dalam berbagai suasana. Bahkan mereka tidak peduli dengan keadaan orang-orang di sekitarnya. Jika ada kesempatan untuk memperoleh keuntungan seperti nama baik, pujian, kenaikan pangkat dan promosi, maka jangan heran jika para bos toxic ini akan menghalakan segala cara untuk meraihnya.

3. Tidak Bisa Menerima Kritik dan Masukan

Anggota tim biasanya akan mendapatkan arahan dan perintah dari atasannya. Dalam beberapa kasus, anggota tim dalam suatu unit kerja juga akan diminta memberikan masukan kepada seluruh timnya, termasuk bos atau atasannya. Sayangnya, para bos toxic ini, sulit sekali menerima masukan dan kritik, sehingga justru akan memperburuk suasana kerja dalam unit kerja.

4. Bersikap Manipulatif

Para bos toxic memiliki kecenderungan bersikap manipulative dan bermuka dua. Mereka akan senantiasa berusaha mencari muka dan ingin terlihat baik di depan semua orang. Alih-alih membantu anak buahnya, mereka justru akan menyalahkannya jika terjadi masalah. Padahal masalah tersebut muncul, karena sebagai pemimpin para bos toxic ini tidak kompeten dan tidak memiliki kapabilitas yang memadai. Bayangkan saja jika para bos toxic ini bekerja karena faktor nepotisme dan kolusi, bukan karena kompetensi dan kapasitas yang dimiliki. Maka sudah dapat dipastikan bahwa dia hanya akan menjadi benalu saja.

5. Menganggap Orang Kompeten Sebagai Ancaman

Para bos toxic ini juga akan menganggap orang-orang yang kompeten sebagai ancaman. Betapa tidak, mereka akan was-was dan khawatir jika posisinya akan tergantikan oleh orang-orang yang kompeten. Karena itu, dia akan melakukan berbagai upaya agar bisa mengurangi peran orang-orang kompeten itu, bahkan jika perlu memanfaatkannya. Cara ini menjadi salah satu senjata andalan mereka di perusahaan untuk “take credit” atau ambil keuntungan dari orang lain. (has)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *