Kenali Gejala Separation Anxiety DisorderGangguan Separation Anxiety Disoder

Para orangtua biasanya merasa bingung ketika anak-anak yang masih balita gampang menangis dan merajuk saat ditinggal sebentar. Fenomena ini sesungguhnya merupakan hal yang wajar bagi anak-anak karena pada usia ini, kognitif dan emosionalnya sedang berkembang. Namun jika perilaku cemas, khawatir, mudah menangis saat ditinggal sebentar, bahkan ke kamar mandi sekalipun berlangsung terlalu sering, bisa jadi itu merupakan separation anxiety disorder (SAD).

Seperti dilansir dari Mayoclinic, separation anxiety disorder (SAD) biasanya lebih sering dialami oleh anak balita pada usia 3 tahun. Pada kasus gangguan psikologis anak berupa separation anxiety disorder pada anak, ditandai dengan kecemasan berlebih, menangis dan tantrum, takut berjauhan dengan orangtuanya, dan tak jarang mereka juga mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Dalam sejumlah kasus terkait penderita separation anxiety disorder (SAD), anak-anak yang mengalami gangguan psikologis ini seringkali mengalami stress yang cukup akut. Tak hanya itu, pada anak-anak penderita separation anxiety disorder, mereka juga akan mengalami beberapa gangguan untuk mengekspresikan dirinya.

Lalu apa penyebab dari separation anxiety disorder (SAD) ini?  Menurut Golda Ginsburg, PhD, professor psychiatry dari University of Connecticut, penyebab terjadinya separation anxiety disorder pada anak-anak cukup kompleks. Terlebih pada anak-anak yang lahir besar di kelompok ekonomi menengah bawah. Dalam banyak kasus, anak-anak yang mengidap gangguan separation anxiety syndrome disorder (SAD) dipengaruhi oleh pola asuh orangtua yang terlalu protektif dan memanjakan, kekerasan verbal yang sering diberikan orantua pada anak tanpa disadari, dan adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan kecemasan.

Sebuah penelitian psikologi dari University of Connecticut juga mengungkap bahwa, anak-anak yang lahir dari keluarga broken atau korban perceraian, memiliki resiko 20% lebih tinggi mengalami gangguan separation anxiety disorder (SAD). Hal ini disebabkan adanya kecemasan pada anak-anak, yang mengalami rasa takut ketika hendak ditinggalkan oleh orangtua mereka. Faktnya, orangtua mereka telah berpisah dan anak-anak ini justru mengalami gangguan kecemasan lebih tinggi.

Penyebab lain yang juga bisa menjadi pemicu terjadinya gangguan psikis separation anxiety disorder (SAD) adalah karena terjadinya bencana alam. Anak-anak yang merupakan korban bencana dan terpisah dari orangtua mereka, tak jarang akan lebih rentan mengalami gangguan psikis ini. Bahkan akan sangat mungkin terbawa hingga, mereka tumbuh remaja atau dewasa.

Lakukan Pemeriksaan Sedini Mungkin

Gejala dan tanda anak-anak yang mengalami separation anxiety disorder sebenarnya cukup bisa terlihat. Perilku seperti menangis, meronta-ronta, sering murung, enggan berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sebaya, hanyalah merupakan sedikit tanda yang dapat dikenali.

Namun, jika para orangtua ingin memastikan mengenai sang buah hati, apakah mengalami gejala separation anxiety disorder atau tidak, disarankan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Serangkaian pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter, psikiater dan psikolog klinis untuk memastikan sejumlah gejala yang dialami oleh sang buah hati. Selain itu, usai dilakukan diagnosis, maka para ahli akan memberikan intervensi baik secara medis maupun psikologis.

Adapun bentuk intervensi ini akan diberikan bersamaan melalui kerja sama orangtua sebagai support sistem terdekat. Bagaimana pun anak-anak terkadang cukup sulit mengekspresikan emosinya, oleh sebab itu, para orangtua harus berusaha memberikan pemahaman pada anak-anak mereka. Mengajak anak untuk ke kantor sesekali bisa menjadi salah satu cara untuk memberikan pemahaman pada anak agar mereka mengerti aktivitas dan pekerjaan orangtuanya lho…. Paling tidak, anak-anak dapat memahami informasi dan tujuan dengan cara berpikir mereka, sesuai dengan tugas perkembangannya. (has/alex)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *