Setiap anak dilahirkan dengan kondisi dan keadaan yang unik. Keunikan anak-anak ini dapat tercermin sejak mereka lahir dan berkembang hingga dewasa. Pada usia balita anak-anak akan melalui perkembangan baik secara fisik, mental dan emosional. Menariknya, pola asuh orangtua sangatlah besar pengaruhnya terhadap bakat dan minat yang dimiliki oleh anak-anak.
Anak-anak yang dibesarkan melalui pola asuh yang tepat, dari masa balita, sampai dengan tumbuh dewasa akan memiliki bakat dan minat, yang sangat baik. Minat dan bakat ini akan terus berkembang seiring dengan perjalanan waktu dan pertambahan usia mereka.
Bakat dan minat anak, sesungguhnya sangatlah penting dalam menopang kehidupan mereka kelak di kemudian hari. Lalu apa bedanya minat dengan bakat? Menurut Guidford, salah satu ilmuwan psikologi menyatakan bahwa bakat adalah sebuah hal yang memiliki corak yang berbeda, bakat juga berkaitan dengan kemampuan kinerja yang mencakup dimensi psikomotor, intelektual, serta perseptual. Sedangkan Minat, berkaitan dengan preferensi seseorang terhadap segala sesatu yang disukainya.
Menariknya, minat atau preferensi pada anak-anak seiring dengan bertambahan usia akan mudah berubah. Hal ini disebabkan bahwa minat merupan bagian dalam diri yang cenderung dinamis. Beberapa faktor diduga menjadi beberapa sebab dan mampu mempengaruhi minat pada anak-anak. Sejumlah faktor seperti lingkungan keluarga, pola asuh atau parenting, lingkungan pergaulan anak, dan faktor eksternal lainnya turut serta memberikan andil dalam membentuk minat anak-anak.
Sementara itu, berbeda dengan minat, bakat justru merupakan faktor genetik yang biasanya dibawa sejak lahir oleh anak-anak. Bakat biasanya akan diturunkan oleh orangtua kepada sang buah hatinya.
Berikut ini adalah Tiga hal penting yang dapat mempengaruhi minat dan bakat pada anak:
1. Stimulus Yang Tepat
Bakat dan minat sesunguhnya merupakan satu kesatuan yang dapat saling mendukung. Karena itu, dibutuhkan stimulus atau faktor pemicu yang dapat berdampak pada perkembangan minat dan bakat pada anak-anak. Stimulus yang tepat akan mampu memberikan kontribusi pada perkembangan minat dan bakat pada anak. Ambil contoh misalnya, anak-anak yang cenderung sangat aktif, sering bergerak, berlarian dan senang berinteraksi dengan teman-temannya memiliki bakat yang berkaitan dengan psikomotoriknya. Oleh sebab itu, sebagai orangtua disarankan untuk mendorong anak-anak melakukan aktivitas outdoor yang lebih intensif dan menyenangkan, sehingga berdampak pada kemampuan psikomotoriknya. Beberapa kegiatan seperti bermain sepakbola, melakukan permainan game di lapangan, bermain pencak silat merupakan contoh aktivitas outdoor yang dapat meningkatkan stimulus psikomotorik anak, dan tentu saja akan menunjang bakat bahkan minatnya.
2. Lakukan Eksplorasi Minat dan Bakat
Anak-anak kadang akan sangat mudah mengalami perubahan minat, seiring dengan perubahan tugas-tugas perkembangannya. Oleh sebab itu, para orangtua disarankan untuk terus mendorong sang buah hati, agar melakukan eksplorasi terhadap dirinya sendiri. Apalagi di era digital dan informasi yang sangat mudah didapatkan sekarang ini. Mengupayakan lingkungan yang kondusif untuk melakukan beberapa kegiatan eksploratif bagi anak adalah salah satu cara yang cukup ampuh untuk mendorong minat dan bakat anak dapat saling mendukung. Misalnya, anak Anda sangat menyukai pelajaran menggambar, jadi tidak ada salahnya jika mereka ikut les melukis sejak dini untuk memupuk bakatnya, sehingga bersinergi dengan minatnya. Hal lain yang dapat dilakukan adalah, misalnya sang buah hati Anda sangat tertarik dengan bidang seni music, jadi tidak ada salahnya jika Anda menuruti permintaan sang buah hati untuk ikut group kelas musik sesuai dengan minat dan bakatnya. Namun perlu dipastikan bahwa orangtua harus senantiasa mendorong, memberikan pemahaman serta berkomunikasi dengan baik.
3. Ajarkan Tanggung Jawab dan Kerja Keras
Mengajarkan tanggung jawab dan pentingnya kerja keras akan sangat membantu anak-anak dalam melihat dan memahami dunia mereka ke depan. Orantua disarankan untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa untuk mendapatkan hasil maksimal dan prestasi, harus disertai dengan kerja keras maupun konsistensi. Bagaimana pun tidak ada yang jalan instan untuk mencapai keberhasilan. (has/ayu)
